Idris: Contra Flow Hasil Kesepakatan Bersama

174
Walikota didampingi camat dan para lurah di wilayah Beji saat meresmikan kampung KB

Beji | jurnaldepok.id
Walikota Depok, Mohammad Idris menyikapi pemberhentian program uji coba transportasi berupa contra flow oleh Satlantas Polresta Depok di Jalan Arif Rahman Hakim. Dirinya menjelaskan, bahwa program tersebut telah melalui kesepakatan bersama.

“Penerapan contra flow kan kami terapkan atas dasar musyawarah, waktu itu kami tidak sendiri dan tidak mengambil keputusan sendiri. Saat musyawarah itu kami undang juga pakar transportasi, Polres dan BPTJ itu yang penting, Pak Bambang waktu itu menyetujui,” ujar Idris kepada Jurnal Depok seusai meresmikan Kampung KB di wlayah Tanah Baru, Kecamatan Beji, Senin (9/9).

Dari itu, pihaknya akan mendalami SK penerapan contra flow yang telah menjadi kesepakatan bersama.

“Kami dengan teman-teman perhubungan mengeluarkan SK diberlakukannya itu (contra flow,red), karena sudah berdasarkan kajian-kajian, itulah yang nanti kami lihat dan lakukan evaluasi,” paparnya.

Ditegaskannya, setiap kebijakan pemerintah kota diketahui oleh masyarakat termasuk DPRD juga mengetahuinya.

“Makanya nanti akan kami evaluasi dan jalin komunikasi lebih baik lagi,” ungkapnya.

Sebelumnya pemberlakuan contra flow di Jalan Arif Rahman Hakim, Kecamatan Beji, yang digagas oleh Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Perhubungan Kota Depok dihentikan oleh Satlantas Polresta Depok, Minggu (8/9).

Penghentian dinilai lantaran program itu menyebabkan kemacetan yang semakin meningkat. Ditambah banyaknya keluhan masyarakat yang merasakan kemacetan.

Kasat Lantas Polresta Depok, Kompol Sutomo mengatakan contra flow mulai, Minggu (8/9) dibatalkan dan selanjutnya pihaknya akan kembali memberlakukan program Sistem Satu Arah (SSA) seperti biasa.

“Tadi malam contra flow mulai dari jam 11 sampai jam 1 pagi. Kami lakukan dikresi demi kepentingan masyarakat banyak, ” ujarnya, kemarin.

Dijelaskan Tomo, tolak ukur keberhasilan sebuah program penanggulangan kemacetan yaitu di Jalan Margonda yang menjadi titik temu kendaraan.

“Namun ketika contra flow diberlakukan, kemacetan di Jalan Margonda sangat terlihat. Kalau Jalan Margonda Raya sudah macet yah memang disitu tolak ukur keberhasilan dari kita, “katanya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here