Satlantas Batalkan Contra Flow Di Jalan ARH

156
Suasana contra flow di Jalan ARH kemarin siang

Beji | jurnaldepok.id
Pemberlakuan contra flow di Jalan Arif Rahman Hakim, Kecamatan Beji yang digagas oleh Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Perhubungan Kota Depok akhirnya dibatalkan oleh Satlantas Polresta Depok, Minggu (8/9).

Pembatalan tersebut lantaran program itu menyebabkan kemacetan yang semakin meningkat. Ditambah banyaknya keluhan masyarakat yang merasakan kemacetan.

Kasat Lantas Polresta Depok, Kompol Sutomo mengatakan contra flow mulai Minggu (8/9) dibatalkan dan selanjutnya pihaknya akan kembali memberlakukan program Sistem Satu Arah (SSA) seperti biasa.

“Tadi malam contra flow mulai dari jam 11 sampai jam 1 pagi. Kami lakukan dikresi demi kepentingan masyarakat banyak, ” ujarnya, kemarin.

Dijelaskan Tomo, tolak ukur keberhasilan sebuah program penanggulangan kemacetan yaitu di Jalan Margonda yang menjadi titik temu kendaraan.

“Namun ketika contra flow diberlakukan, kemacetan di Jalan Margonda sangat terlihat. Kalau Jalan Margonda Raya sudah macet yah memang disitu tolak ukur keberhasilan dari kita, “katanya.

Tomo mengungkapkan, jika ingin memberlakukan contra flow seharusnya Jalan Pemuda dan Dewi Sartika yang ada penutup harusnya dibuka.

“Kalau mau bikin contra flow Jalan Dewi Sartika, itu yang ada penutup dibuka. Jadi orang yang mau ke Citayam dari depan Rumah Sakit Hermina bisa lewat, begitupun kalau mau jalan ke Limo dan Pancoran Mas bisa lewat sana, “ucapnya.

Menurutnya lantaran itu tidak dibuka pengendara lewat depan kantor Balai Kota dan Polres Depok.

“Akhirnya numpuk disitu dan terjadi kemacetan sampai Stasiun Depok Lama yang dari Jakarta. Kemacetan sampai Juanda Margonda buktinya otentik. Makanya kami kembalikan ke SSA, ini demi kepentingan masyarakat. Rakyat menggaji kita, ” paparnya.

Selain itu SSA merupakan program yang sudah punya kekuatan hukum yang tetap sesuai dengan keputusan pengadilan.

“Hasil dari keputusan pengadilan sudah inckrah jadi semua masyarakat tahu bahwa jalan ARH berlaku SSA,”ungkapnya.

Terpisah Kadishub Depok, Dadang Wihana mengatakan contra flow masih dalam tahap uji coba.

“Kalau jadwal kita contra flow masih tahapan uji coba, tapi mungkin Polres Depok ada pertimbangan teknis yang lain. Sementara ikuti saja kebijakan yang diambil oleh Polres Depok,” tuturnya.

Dadang membantah keras tudingan yang menyebut jika program contra flow yang digagas pihaknya menimbulkan kemacetan.

“Alhamdulillah sampai dengan sore ini arus lalu lintas di kawasan Arif Rahman Hakim, Jalan Nusantara dan Dewi Sartika ramai lancar,” terangnya.

Menurut Dadang, kepadatan lalu lintas memang biasa terjadi di Jalan Margonda khususnya disaat hari libur Sabtu dan Minggu.

“Sabtu Minggu memang terjadi peningkatan volume kendaraan, Sabtu ini hampir semua jalan utama padat, demikan juga Jalan Siliwangi dan Juanda, namun masih bisa terurai,” ujarnya.

Dadang menjelaskan, salah satu langkah atau upaya yang dilakukan untuk mengurai kemacetan di kawasan Jalan Dewi Sartika ialah dengan sistem rekayasa lalu lintas yakni contra flow.

“Titik contra flow kami berlakukan uji coba di Jalan Arif Rahman Hakim berdasarkan SK Kepala BPTJ, karena untuk merespon headway kereta antara 3-5 menit yang timbulkan kemacetan di Jalan Dewi Sartika, sehingga volume kendaraan harus diurai,”paparnya.

Sistem contra flow merupakan program pendukung Joyful Traffic Manajemen atau JoTram. Selain contra flow, dalam program itu juga terdapat park n ride, yakni parkir gratis di Balaikota untuk kendaraan roda empat dan Margonda Commuter atau bus khusus yang sengaja disiapkan untuk rute Margonda dengan tujuan sejumlah pusat perbelanjaan. Dua hal itu diberlakukan pada Sabtu dan Minggu. nCR- JD1

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here