Sering Dikeluhkan Warga, Rumah Duka Cinere Disegel

119
Petugas Satpol PP saat melakukan penyegelan bangunan Rumah Duka Cinere

Cinere | jurnaldepok.id
Satuan Polisi Pamong Praja Kota Depok bersama jajaran Kantor Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, kemarin menyegel bangungn Rumah Duka Cinere yang berlokasi di Jalan Pangkalan Jati 2 Rt 01/06, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere.

Penyegelan dilakukan selain tak memiliki izin, aktivitas kremasi jenazah di rumah duka itu sering dikeluhkan oleh warga, terutama masalah air bekas memandikan mayat meluber kebidang jalan serta penggunaan badan jalan sebagai tempat parkir oleh keluarga jenazah.

Kepada Jurnal Depok, Kepala Kantor Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Tarmuji mengaku sering menerima protes dari warga terkait aktivitas kremasi jenazah di rumah duka tersebut.

“Saya sering diprotes oleh warga soal keberadaan dan aktivitas di rumah duka itu, terutama soal air sisa memandikan jenazah yang kerap mengalir ke bidang jalan dan penggunaan badan jalan untuk parkir. Setelah saya cek, ternyata izin nya pun tidak ada, makanya kami bersama jajaran Satpol PP menyegel bangunan dan aktivitas di rumah duka itu, ” ujar Tarmuji, kemarin.

Dia menambahkan, penyegelan terhadap tempat kremasi jenzah itu dilakukan setelah Satpol PP mengirimkan surat teguran hingga SP 3 kepada pihak pengelola rumah duka dan Yayok selaku perwakilan pengelola.

Dikatakannya, ia sempat datang menghadap ke Satpol PP namun penyegelan tetap dilaksanakan karena sudah melalui pihak Satpol PP.

“Kabarnya Yayok perwakilan pengelola sudah ke Satpol PP pada, Rabu (3/9). Infonya Yayok sempat menyatakan keberatan akan rencana penyegelan tempat kremasi jezazah tersebut, saat itu kabid penertiban Satpol PP Pak Taufiqurrahman sempat menelpon saya mempertanyakan sejauh mana fungsi dan manfaatnya bagi masyarakat, saya jawab hanya 25 persen warga yang mengoptimalkan keberadaan rumah duka itu dan ternyata penyegelan tetap dilaksanakan oleh Satpol PP, ” imbuhnya.

Tarmuji berharap pasca disegel tidak ada lagi aktivitas kremasi jenazah di rumah duka itu, dan dia meminta kepada pengelola rumah duka untuk segera menutup dan menghentikan segala aktivitas di rumah duka sebelum mengantongi izin.

“Secara aturan sudah jelas melanggar, karena tidak ada izinnya apalagi jika warga sekitar tidak berkenan dengan aktivitas disana,” paparnya.

Pernyataan senada juga dilontarkan oleh Mugeni, Petugas Tramtibum Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere.

“Intinya kalau aktivitas sudah mengganggu ketertiban umum, apalagi tidak ada izinnya, ya harus ditertibkan,” tegas Mugeni, yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, (LPM) Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here