Pembunuh Tukang Ayam Terancam Hukuman Mati

22
Tertunduk lesu pembunuh tukang ayam di wilayah Limo minggu lalu

Margonda | jurnaldepok.id
AM (22), pembunuh pedagang ayam potong bernama Hasbullah dijerat pasal berlapis. Dalam kasus ini, pemuda tersebut terancam hukuman mati.

Kapolres Kota Depok AKPB Azis Andriansyah mengatakan, tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan meninggal dunia.

AM juga dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 338 KUHP mengenai kejahatan terhadap nyawa yang dilakukan dengan sengaja.

“Pelaku ini terancam 20 tahun penjara hingga hukuman mati,” kata Aziz kemarin.

Dia mengatakan pembunuhan ini termasuk dalam kategori pembunuhan terencana walaupun peristiwanya singkat. Sebab kata dia, AM sejak awal sudah menyiapkan sebilah pisau untuk membunuh nyawa korban.

Dirinya memaparkan kronologis kejadian pembunuhan sadis yang dilakukan pelaku, AM kepada korban Hasbullah.

“Saat melancarkan aksinya, pelaku berpura-pura berhenti untuk buang air kecil ketika sedang menumpang sepeda motor dengan korban,” tuturnya.

Saat itulah, lanjut Aziz, pemuda tersebut menggorok leher korban hingga tewas.

“Mengalihkan jalur, kemudian menyampaikan berpura-pura berhenti dijalan untuk buang air, ternyata saat buang air di situ dia melakukan pembunuhan,” ucapnya.

Azis menambahkan, motif pelaku melakukan aksinya karena terlilit hutang sewa lapak Rp100 ribu per hari terhadap inisial R namun tidak mampu dibayar.
Karena terdesak oleh tenggat waktu pembayaran utang, pelaku akhirnya melalukan aksi tidak berprikemanusiaan itu terhadap korban.

“Awalnya pelaku ingin punya usaha, kemudian dia berusaha menyewa lapak namun tidak mampu membayar sehingga dia punya utang,” jelasnya.

Sehari sebelum batas waktu pembayaran, kebetulan AM bertemu dengan korban, di situ dia mulai melakukan perencanaan aksi pembunuhan itu untuk membayar utang.

AM sendiri dibekuk polisi saat sedang berada di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Rabu (28/8) malam.

Sementara itu AM mengaku kesal dengan korban karena sering meminta uang kepadanya untuk membeli minuman keras (miras). Bahkan, korban sering memalak korban dengan cara yang kasar.

“Korban itu sering minta uang sama saya buat tambahan beli minuman keras Rp50 ribu mintanya kasar. Setiap mau beli minuman selalu begitu,” ujarnya.

Selain meminta uang, lanjut pelaku, korban sering memarahi dirinya. Kata-kata kasar pun sering terlontar dari mulutnya. Hal tersebut membuat kekesalan AM memuncak sehingga muncul niat untuk menghabisi nyawa Hasbullah.

“Saya sering dimarahi korban, digoblok-goblokin, apalagi kalau lagi mabok mau nambah membeli miras,” terangnya.

Tak tahan dengan sakit hati yang terpendam, AM menyiapkan pisau daging yang biasa digunakan berdagang untuk membunuh Hasbullah.

Saat berboncengan motor dengan korban untuk menagih hasil penjualan ayam, AM melaksanakan aksinya.

“Saya kesal karena dia selalu berbuat kasar sama saya. Sakit hati sama dia, makanya saya. Makanya saya lakukan itu ke dia,” katanya.

Kini guna mempertanggungjawabkan perbuatannya AM mendekam di sel tahanan Polresta Depok dan terancam hukuman mati.

Sebelumnya diberitakan Hasbullah yang menggunakan pakaian serba hitam pada Rabu (28/8) ditemukan tewas dalam keadaan terluka di bagian leher.

Lokasi temuan korban di dekat Jembatan Kali Pak Bango, Jalan Pulo Mangga, RT. 03/03 (Perbatasan Pacuan Kuda), Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo.nCR- JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here