Tawuran, Jempol Siswa SMK Ditebas Celurit

168
Siswa SMK yang menjadi korban tawuran saat mendapat pertolongan medis

Sawangan | jurnaldepok.id
Seorang pelajar SMK berinisial CA terkena sabetan celurit di bagian jempol tangan nya saat terjadi aksi tawuran di Jalan Raya Parung Bingung Rt 02 / 13 Kelurahan Rangkapan Jaya Baru Kecamatan Pancoran Mas.

Kejadian ini berawal saat siswa SMK dari dua sekolah di Depok mengendarai sepeda motor dari arah berlawanan. Kemudian di Jalan Raya Parung Bingung mereka berpas-pasan.

“Saat bertemu dengan adu banteng kami lihat dua kelompok pelajar itu saling serang menggunakan senjata tajam,” kata salah satu warga Khaerul.

Ia mengungkapkan para siswa terlihat saling menyerang dengan menggunakan senjata tajam yakni celurit. Salah satu korban terkena sabetan celurit dan mengalami luka di jari dengan 3 jahitan. “Korban langsung dilarikan ke klinik terdekat,” ungkap Khaerul.

Hingga saat ini kasus tawuran dua SMK tersebut masih ditangani Polsek Pancoran Mas.

Sebelumnya kasus tawuran hingga mendatangkan korban terjadi di Jalan Hidup Kuteng, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, pada awal Agustus 2019 lalu.

MI seorang pelajar sekolah menengah atas (SMA) di Depok tewas saat tawuran pada Selasa malam. Tawuran terjadi ketika ada pesan di Whatsapp dari salah satu murid sekolah. Isinya ajakan untuk bertemu di satu tempat dan tawuran. Mulanya ajakan itu ditolak namun akhirnya mereka terpancing dan terjadi lah tawuran.

Wakil Kapolresta Depok, AKBP Arya Pradana mengatakan, korban bersama teman-temannya menuju lokasi menggunakan motor. Mereka membawa beberapa batang bambu. Tiba di lokasi sekitar pukul 18.30 WIB dan terjadi tawuran.

Korban tertinggal di belakang hingga akhirnya diketahui korban terkena bacokan oleh pihak para pelaku pada bagian punggung, selanjutnya korban dibawa ke RS Citama Pabuaran.

Arya mengungkapkan, sampai di rumah sakit, nyawa korban sudah tak tertolong. Korban jiwa akibat tawuran tersebut hanya satu orang.

Dari hasil visum, korban mengalami luka di punggung kiri akibat sabetan senjata tajam. Korban diduga kehilangan banyak darah hingga akhirnya meninggal dunia.

Tiga orang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan. Ketiga pelaku berstatus pelajar. Mereka dijerat pasal 170 KUHP tentang penganiayaan secara bersama-sama.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here