Kematian Siswa SDIT Masih Misterius

17
ilustrasi

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Kematian DA (11) siswa kelas 6 SDIT Al Muhajirin Jalan Nusantara, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas masih misterius dan keluarga korban mengiklaskan kejadian tersebut.

Siswa tersebut tewas diduga akibat tersengat listrik saat sedang bermain di sekolah bersama teman-temannya. Pihak keluarga tidak menuntut pihak sekolah dan menganggapnya hanya sebagai musibah.

Kanit Reskrim Polsek Pancoran Mas, Iptu Hendra mengatakan, kasus tersebut selesai setelah diadakan pertemuan antara anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Depok Jaya Brigadir Edy dengan pihak keluarga korban dan Kepala Sekolah SD IT Al Muhajirin, Eko Hari di rumah duka daerah Pancoran Mas.

“Sesuai permintaan keluarga korban kasusnya tidak lanjut atau tidak menuntut ke pihak sekolah dengan alasan sudah menganggap sebagai musibah dituangkan dalam membuat surat pernyataan dengan ditandatangi bersama,” ucap dia.

Menurut Iptu Hendra, sebelumnya, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk kepala sekolah, dan orang tua korban.

Dari keterangan yang diperoleh, kejadian itu berlangsung ketika korban DA (11) sedang bermain benteng-bentengan bersama teman-temannya di lapangan sekolah. Tanpa sengaja korban menyentuh besi penyangga toren air yang kebetulan terkena aliran korsleting listrik. Korban langsung tersetrum.

“Oleh teman-teman sepermainan, korban langsung ditarik, tapi tidak dapat terlepas dari sengatan listrik. Korban DA akhirnya tewas saat dalam perjalanan ke RS Bhakti Yudha,” jelas dia.

Orang tua DA, mengaku ikhlas dengan kepergian sang anak dan tidak ingin lagi memperpanjang soal penyebab kematian sang anak. “Insya Allah saya sudah ikhlas, apapun penyebabnya, mudah-mudahan bisa menjadi bahan perbaikan kita semua,” kata Ayah DAS, Sigit Sasongko ditemui usai pemakaman.

Sigit mengatakan, dirinya pun mengambil sikap untuk tidak memvisum jenazah sang anak, karena sudah merelakan kejadian yang dianggapnya sebagai musibah itu. “Sejauh ini sih tidak ada riwayat penyakit, tapi yasudah, saya ikhlas,” katanya.

Kepala Sekolah SDIT Al Muajirin, Eko Gerry mengatakan, sebelum meninggal DAS bermain disekitar toren air.

Namun, tidak mengetahui secara pasti penyebab DAS meninggal karena saat itu dirinya sedang menerima tamu. “Saya dapat kabar dari walikelasnya tiba-tiba masuk ruangan saya, DAS tersetrum saat bermain disekitar toren air,” kata Eko.

Namun, lanjut Eko, saat dicek sekitar lokasi bermain DAS tidak ada aliran listrik.

“Tapi ini akan saya evaluasi, dan saya pun sudah tanya guru dan walikelas, tidak ada yang melihat kejadian secara langsung,” katanya.

Eko menambahkan, sebagai bentuk duka cita, seluruh siswa dan guru SDIT Al-Muhajirin turut ikut dalam prosesi pemakaman. “Sekolah saya liburkan pada Selasa (27/8) untuk hadiri pemakaman,”katanya.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here