Gudang Miras Digerebek Polisi

40
Aparat kepolisian saat menyita miras dari warung kelontong

Beji | jurnaldepok.id
Aparat Satuan Narkoba Polresta Depok melakukan penggerebekan terhadap gudang miras berkedok warung kelontong di wilayah Kecamatan Beji.

Kapolresta Depok AKBP Azis Andriansyah mengatakan penggerebekan gudang miras dilakukan berkat laporan informasi masyarakat. Dimana warga melapor terdapat penjualan miras terselubung berkedok sebagai pedagang kelontong dan warung jamu.

“Dengan cepat dibawah pimpinan Kasat Narkoba Polresta Depok Kompol Indra Tarigan beserta anggota, kami berhasil mengungkap tempat yang disinyalir sebagai gudang penyimpanan miras untuk di edaran untuk wilayah Depok,” ujar Kapolres.

Ia menambahkan dalam penggrebekan, petugas berhasil menyita 1.300 botol miras berbagai jenis baru mau dipasarkan sekitar wilayah Depok. Miras disita dari dua lokasi berbeda yaitu daerah Beji dan Pancoran Mas.

Dia menuturkan sesuai Perda No. 6 Tahun 2008 tentang larangan penjualan minuman keras di tempat umum, anggota hanya melakukan pendataan dan dilakukan pembinaan.

“Barang bukti miras kita sita dan para penjual dibina dan diperingati dengan membuat surat pernyataan untuk tidak kembali menjual miras. Dapat dikenakan sanksi tegas sesuai tindakan Tipiring sesuai Perda,” paparnya.

Sementara itu hasil interogasi anggota terhadap penjual miras, lanjut AKBP Azis, penjual mendapatkan kiriman miras dibeli dari daerah wilayah Jakarta. Rata-rata target penjual menyasar untuk kalangan anak muda kisaran usia 25 – 35 tahun.

“Tidak hanya menjaga wilayah Kota Depok dari masalah gangguan Kamtibmas, namun kita berupaya menekan peredaran miras dengan mengadakan operasi penertiban seperti operasi Pekat,” katanya.

Sementara itu Jajaran Tim Reaksi Cepat (TRC) Satpol PP Kota Depok, Sabtu (24/8) berhasil menyita puluhan botol minuman keras (Miras) dari sejumlah warung kelontong dan warung jamu diwilayah Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo.

Kasie Tranmastibum Satpol PP Kota Depok, R. Agus Mohammad mengatakan, pelaksanaan razia terhadap peredaran minuman keras merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh jajaran Satpol PP dalam upaya mengurangi maraknya penyakit masyarakat (Pekat).

“Operasi minuman keras memang menjadi salah satu aktivitas rutin kami guna meminimalisir maraknya penyakit masyarakat dan peredaran miras ilegal, untuk itu kami sangat mengharapkan dukungan dari masyarakat dalam melaksanakan penertiban peredaran miras dengan acar melaporkan kepada Satpol PP jika mengetahui ada kegiatan penjualan minuman keras disekitar lingkungannya, ” tegas Agus Mohammad.

Dia menambahkan, pada pelaksanaan operasi minuman keras diwilayah Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, pihaknya dibantu dan didampingi oleh aparatur dari sejumlah institusi diantaranya : unsur Bhabinkamtibmas Grogol Polsek Limo, Unsur Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kelurahan Grogol, Lurah Grogol, Kecamatan Limo, Danudi Amin serta Ketua Rt dan Rw.

“Dalam melaksanakan kegiatan operasi miras di Grogol, kami disupport oleh banyak pihak termasuk dari unsur MUI dan perwakilan masyarakat, dan kami berharap pelaksanaan operasi ini akan memberi dampak jera bagi para pedagang miras ilegal, ” tukas R. Agus Muhammad.

Sementara, Lurah Grogol, Kecamatan Limo, Danudi Amin, menginstruksikan kepada para Ketua Rt dan Rw diseluruh wilayah Kelurahan Grogol, agar menegur dan menindak jika ada warganya menjual miras secara ilegal dan jika teguran itu tidak diindahkan, dia minta kepada para Ketua lingkungan untuk berkoordinasi dengan pihak Kantor Kelurahan dan petugas Bhabinkamtibmas.

“Kami sudah instruksikan kepada Ketua Lingkungan agar memperhatikan masalah peredaran Miras dan melaporkan jika diwilayahnya ada kegiatan penjualan miras, ” kata Danudi. n Asti Ediawan|CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here