Rencana Contra Flow Disambut Baik Warga

99
Kadishub bersama anggota saat menunjau lapangan terkait akan diberlakukannnya contra flow ARH

Beji | jurnaldepok.id
Wacana contra flow atau melawan arus di Jalan Arif Rahman Hakim yang diwacanakan oleh Dinas Perhubungan Kota Depok disambut baik oleh masyarakat. Meski demikian ada beberapa hal yang harus dikaji.

Suryadi salah satu warga Beji yang juga aktivis penolak Sistem Satu Arah ARH kepada wartawan menyambut wacana Dinas Perhubungan Kota Depok yang akan melakukan Contra Flow.

“Kami dukung wacana Contra Flow, seharusnya wacana itu dilakukan bukan malah SSA di Jalan Arif Rahman Hakim,”katanya.

Dia mengatakan sebelum wacana digulirkan seharusnya Dinas Perhubungan melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang berada di lokasi tersebut atau di sekitar Jalan Arif Rahman Hakim

Suryadi menambahkan penerapan Contra Flow nantinya harus dibarengi dengan fasilitas marka jalan yang menunjang, jangan sampai program Contra Flow malah menimbulkan masalah baru.

“Kami meminta penerapan sistem contra flow harus dipastikan betul unsur keselamatan berkendaranya dengan memasang rambu atau simbol diberlakukannya sistem tersebut dengan jeda. Minimal 100 atau 200 meter dari titik lokasi penerapan,” terangnya.

Menurutnya penerapan sistem ini tidak boleh sembarangan dan harus mempertimbangkan berbagai macam upaya. Ini untuk memastikan penerapan tidak sampai membahayakan pengguna jalan dari arah berlawanan. Apalagi di Jalan ARH belum ada jembatan penyeberangan orang atau zebra cross.

“Minimal 500 meter sebelum titik diberlakukannya sistem tersebut harus dibuat penanda baik berupa rambu. Atau keberadaan petugas untuk memberi peringatan dan jeda kepada pengendara dari arah berlawanan tentang pemberlakukan sistem lawan arus itu,” jelasnya.

Penerapan sistem contra flow juga harus dipastikan pada bagian ujung penerapannya untuk dibuat sumbatan. Sehingga pada bagian lajur yang terdampak sistem dapat mengurangi kecepatan laju kendaraanya secara bertahap dan tidak membahayakan pengendara lainnya.

“Harus ada jalur transisi sebelum diberlakukan contra flow, ‎pengendalian dan rekayasa arus lalu lintas selain meminimalisasi kemacetan juga harus mengutamakan keselamatan penumpangnya,” terangnya.

Sementara itu Ketua Forum Komunikasi Asosiasi LPM Kecamatan Beji Sutrisna menambahkan wacana Contra Flow sebagai langkah memecah frekuensi kendaraan di Jalan Dewi Sartika dan Jalan KH Usman, Beji. Selain itu untuk antisipasi apabila jalan keluar tol Cijago pintu Keluar Kukusan sudah difungsikan.

“Ya kalau wacana ini kita sambut baik, kenapa tidak dari dulu, adanya wacana contra flow bisa menambah geliat pengusaha di ARH kembali naik. Wacana contra flow itukan yang dari awal masyarakat inginkan,” ujarnya.

Dia juga meminta kepada Dishub untuk juga menempatkan personilnya dengan melakukan penertiban angkot yang masih mengetem di jalan ARH sehingga menimbulkan kemacetan arus lalu-lintas.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here