Maling Baterai Tiang Tower Didor Polisi

39
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
Dua pencuri baterai menara tower provider Telekomunikasi ditembak aparat kepolisian saat hendak ditangkap karena melakukan perlawanan.

Kepala Polisi Resor Kota (Kapolresta) Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi Azis Adriansyah, mengatakan terungkapnya kasus ini berawal dari informasi adanya pencurian baterai tower yang terjadi di sejumlah kawasan di Kota Depok dan kota lainnya.

Selanjutnya, tim polisi mempelajari modus operandi para pelaku dan menganalisisnya sebelum menentukan tindakan selanjutnya.

Dua dari lima maling yang terdeteksi Tim Buru Sergap (Buser) itu diringkus saat tengah beraksi di kawasan Ragajaya, Bojonggede, Kamis dini hari.

“Barang bukti yang kami amankan dari tangan para pelaku, yakni empat baterai tower provider hasil curian,” katanya.

Dua pelaku berinisial T dan R telah lama melakukan aksi pencuriam baterai tower telekomunikasi di Depok dan sekitarnya.

Menurut Kapolresta, motif sementara para pelaku adalah faktor ekonomi, karena baterai tower tersebut pun memiliki harga jual yang tinggi.

“Kalau dijual harga satuannya mencapai Rp5 juta, kalau empat berarti sudah Rp20 juta,” ucapnya.

Namun kerugian perusahaan lebih dari itu, karena ada barang-barang yang rusak.

“Motif sementara itu, yang lainnya kami tengah dalami, termasuk mencari pelaku yang lain,” ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, para pelaku diancam dengan Pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan.
Ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

“Saat ini kasusnya masih terus kami kembangkan, sebab kami menduga masih ada pelaku lain,” tutupnya.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here