Stop Intimidasi Ulama!

58
Walikota Depok saat menyematkan tanda peserta sarasehan dakwah

Margonda | jurnaldepok.id
Walikota Depok, Mohammad Idris merasa prihatin dengan adanya tekanan (intimidasi) terhadap ulama di Indonesia dalam berdakwah. Hal itu dikatakan Idris seusai membuka acara Sarasehan Dakwah tingkat Kota Depok.

“Iya (jangan takut berdakwah,red) karena nabi sudah menyatakan bahwa apapun cobaannya yang namanya ulama pewaris nabi akan terus berdakwah, apapun kondisinya mereka akan terus berdakwah, sampai mereka dipanggil Allah dan disidang di persidangan Tuhan nanti. Itu bukan sikap radikalisme atau militansi mereka akan tetapi pernyataan nabi yang tertuang dalam hadist,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, Rabu (21/8).

Ia menambahkan, dari golongan nabi akan ada ummatnya yang terus berdakwah walapun dihina dan dicaci maki.

“Saya melihatnya miris (masih adanya intimidasi,red), ayo sama-sama bekerja untuk bangsa, dan semua itu untuk kebaikan,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Idris juga meminta para pemuka agama untuk melakukan hal-hal yang lebih jernih dan kedewasaan dalam politik. Maksudnya, kata dia, motivasi dan kerja-kerja harus berangkat dari hati yang bersih.

“Dari situ akan muncul pikiran yang jernih, ketika ada sesuatu yang mengganjal bagi ummat silahkan diklarifikasi. Di Indonesia ini banyak ulama dan hal itu bisa diluruskan serta diselesaikan akar permasalahannya,” terangnya.

Idris merasa khawatir jika pemerintah melakukan tekanan-tekanan terhadap ulama akan berdampak tidak baik.

“Karena saya sendiri belajar terhadap teks-teks agama. Contoh, orang mu’min itu kata nabi seperti lebah, lebah itu jangan digoda, lebah ini ambil manisnya untuk kemanfaatan bangsa dan Negara. Sesuatu yang jelek dari lebah mungkin ada, itu dihindari dan jangan diganggu namun dirangkul, dakwah ini kan merangkul bukan dikasih dengkul,” katanya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, masih ada beberapa yang salah paham dalam memaknai terhadap makna rahmatan lilalamin.

“Islam ini rahmat bagi semua bukan hanya manusia tapi juga alam termasuk binatang tumbuhan, itu rahmat harus berkasih sayang. Nah ini rahmatan lilalamin diartikan sebagai toleran,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Depok, Asmawi mengajak kepada para ulama dan da’i agar memberikan dakwah yang sejuk.

“Kami di Kementerian Agama telah mewanti-wanti agar dalam berdakwah tidak menyinggung perasaan orang lain, baik sesama muslim maupun non muslim. Karena saat ini masih banyak da’i-da’i muda yang egoisnya masih tinggi demi yang katanya membela kebenaran terhadap sebuah agama, tapi mengyampingkan bahwa ia hidup tidak di wilayah atau satu komunitas. Dakwah itu harus dilakukan dengan santun dan mengajak dengan sejuk,” tandasnya.

Acara Sarasehan Dakwah yang digelar di sebuah hotel di kawasan Margonda diikuti oleh sedikitnya 100 pemuka agama yang ada di Kota Depok. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here