Polisi Buru Pasutri Telantarkan Anak Hingga Tewas

10
istimewa

Sawangan | jurnaldepok.id
Anggota Reskrim Polsek Sawangan memburu pasangan suami istri yakni Bari dan Ariyanah Musdalifah. Keduanya diduga memberikan identitas palsu ke pihak rumah sakit saat membawa anaknya yang terlahir prematur ke RSUD Kota Depok. Naasnya, setelah membawa anaknya tersebut, bayi malang berbibir sumbing itu meninggal dunia.

Kedua pasangan suami istri tersebut sempat terekam kamera CCTV saat mengantar bayinya ke ruang UGD. Dalam rekaman CCTV rumah sakit selamat sekitar 1 menit, terlihat seorang laki-laki berambut pendek mengenakan sweater dan celana jins, badan kurus.

Sedangkan yang wanita rambut lurus sebahu, mengenakan masker putih, mengenakan pakaian casual kaos dan jeans biru.

Kapolsek Sawangan, Kompol Suprasetyo mengatakan kasus dugaan pemalsuan identitas ini terungkap berawal dari laporan dari pihak RSUD Depok, Jumat (16/8) sekitar pukul 09. 30 WIB.

Pihak rumah sakit melaporkan, menerima pasien bayi laki-laki prematur dan bibirnya sumbing. Bayi laki-laki diperkirakan berusia tiga hari tersebut ditangani oleh tim dokter di UGD. Sayang, nyawanya tak bisa diselamatkan.

“Ketika pihak rumah sakit melakukan tindakan medis, wanita dan laki-laki yang diduga orang tuanya diminta mengisi daftar pasien. Mereka diminta menuliskan identitas namun setelah dicek alamat yang dituliskan tersebut ternyata fiktif atau palsu,” jelasnya.

Ia menambahkan polisi dan pihak rumah sakit mengecek ke alamat yang ditulis di catatan daftar pasien, namun nama pasutri itu tidak dikenal.

“Nama jalan yang dituliskan dalam buku pasien ada, namun dikroscek ke warga bahkan ketua RT setempat tidak ada yang mengenal,” ucapnya.

Pasutri itu menuliskan identitas mereka Bari dan Ariyanah Musdalifah (istri ), alamat tertulis lengkap di daerah Cipayung, Kota Depok. Hingga saat ini polisi masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi.

“Jasad bayi kami serahkan ke Dinas Sosial Kota Depok untuk dimakamkan,” tutupnya.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here