Pasca Penertiban, Dinas Terkait Diminta Tetap Awasi PKL

91
Petugas Satpol PP saat menertibkan puluhan PKL di kawasan kolong fly over Jalan Arif Rahman Hakim

Beji | jurnaldepok.id
Pasca penertiban dan pembokaran Pedagang Kaki lima (PKL) yang berlokasi di bawah Fly Over Arif Rahman Hakim, Walikota Depok, Mohammad Idris meminta kepada para Dinas terkait untuk menindaklanjuti penertiban tersebut. Sebab, dirinya menilai kebanyakan setelah pembongkaran atau penertiban, Dinar terkait tidak melakukan apapun.

“Kami lihat biasanya selesai dilakukan penertiban bangunan seperti PKL lokasinya dibiarkan saja dan tidak ada tindak lanjutnya,”kata Idris.

Dia mengatakan, dirinya sempat berkomunikasi dengan salah satu kepala dinas terkait pasca penertiban bangunan liar di Jalur hijau. “Kami pernah bertanya kepada salah satu kepala Dinas pas kami tanya apa kelanjutan paska pembongkaran dijawab tidak ada,” ungkap dia.

Seharusnya pasca dilakukan penertiban lokasinya djjadikan taman atau penghijauan serta fungsi lainnya. Dengan tidak ada tindak lanjut pasca pembongkaran maka para bangunan liar akan kembali berdiri di lokasi tersebut.

Sementara itu, pasca penertiban lapak PKL di Jalan Arif Rahman Hakim oleh Satpol PP Kota Depok kondisinya masih berantakan dan belum ada tindak lanjutnya.

Bahkan di kolong fly over ada bangunan liar yang berdiri di fasos atau fasum itu berubah fungsi menjadi lahan parkir, wc umum dan bangunan liar lainnya yang diduga tidak memiliki surat Izin Mendirikan Bangunan.

Fatalnya lagi WC umum yang besar itu menggunakan air tanah yang bisa menganggu kestabilan pondasi jembatan Fly Over Arif Rahman Hakim.

 

Di kawasan Arief Rachman Hakim memang terdapat sejumlah tempat parkir bagi warga Depok, mulai dari lahan warga hingga lahan pemerintah yang berada di bawah kolong flyover.

Salah satu warga di lokasi itu, Nadih mengatakan, rata-rata yang parkir di kawasan itu adalah warga Depok yang naik commuterline dari Stasiun Depok Baru menuju Jakarta.

“Iya, mereka lebih suka parkir di sini karena kan dekat. Kalau parkir di dalam stasiun Depok Baru mahal, kan per jamnya Rp 2.000. Bayangin aja dia parkir 8 jam, bisa kena Rp 16.000,”katanya.

Menurut dia, tarif parkir di bawah kolong flyover adalah Rp 5.000 yang berlaku dari pagi hingga pukul 23.00 WIB.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here