Mengharukan, Kong Nur Hormat Bendera Di Depan Polresta Depok

97
Kong Nur saat berbincang dengan anggota Polresta Depok

Margonda | jurnaldepok.id
Ada peristiwa mengharukan saat upacara penaikkan bendera di halaman Polresta Depok pada upacara pengibaran Bendera Merah Putih di Hari Kemerdekaan RI ke 74.

Saat petugas menaikkan bendera tiba-tiba dikejutkan dengan hadirnya kakek paruh baya yang ingin ikut hormat.

Petugas kemudian mempersilakan sangat kakek yang mengaku bernama Kong Nur itu untuk ikut hormat sampai proses selesai. Sang kakek terlihat sangat terharu selama proses. Bahkan Kong Nur sampai meneteskan air mata. Dia sangat khidmad dan tak bergeming.

Setelah selesai, Kong Nur bercerita bahwa dirinya selalu berhenti melakukan aktivitas ketika ada proses penaikkan bendera. Alasannya, dia teringat ketika masa sebelum merdeka rumahnya sempat hancur karena terkena bom.

Hal itu diceritakan Nur pada petugas provos yang kebetulan bertugas yaitu Bripka Yopi Lasut.

“Tadi dia (Kong Nur) bercerita kalau selalu hormat kalau ada penaikkan bendera. Dia ingat rumahnya pernah kena bom saat itu,” kata Bripka Yopi.

Saat itu kata Nur kepada Yopi dirinya masih kecil. Namun dia ingat peristiwa bom yang menghancurkan rumah orang tuanya di Kalimantan.

Oleh karenanya Kong Nur selalu menghargai arti kemerdekaan negara. Dan dia selalu melakukan penghormatan setiap ada bendera dinaikkan.

“Dia selalu hormat kalau ada bendera dinaikkan. Menurut dia itu harus dihormati,” ucapnya.

Diceritakan Yopi bahwa kakek yang usianya lebih dari 74 tahun itu berpesan pada semua orang agar menghargai hasil perjuangan para pahlawan.

Pasalnya generasi saat ini memang tidak berperang namun tetap harus menjaga keutuhan NKRI.

“Beliau berpesan semua orang harus menghargai perjuangan pahlawan. Bendera ini diperjuangkan dan dihormati,” terangnya.

Setelah berbincang kemudian Kong Nur kemudian pergi ke arah Cilodong dengan jalan kaki. Ketika ditawari untuk naik angkot, Kong Nur menolak karena dia memilih jalan kaki.

“Tadi juga beliau jalan kaki sambil membawa alat dzikir. Pas pulang saya tawari naik angkot tapi nggak mau. Dia milih jalan kaki saja,”katanya.

Melihat rasa nasionalis Kong Nur, Yopi sebagai anggota Polri merasa terenyuh. Dia sangat menghargai sikap Kong Nur yang sempat merasakan jaman pra merdeka.

“Saya sangat respek dan salut dengan beliau. Harapan saya semua orang dapat bersikap seperti beliau yang menghormati jasa pahlawan dan menghargai arti kemerdekaan,” pungkasnya.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here