Siulasi Akreditasi, RSUD Tingkatkan Mutu Pelayanan

66
Walikota Depok saat memberikan pemaparan dalam acara survei simulasi di RSUD

Sumber: depok.go.id
Sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan mutu pelayanan ke masyarakat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok melaksanakan Survei Simulasi Akreditasi Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) Edisi I bersama Tim Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).

Walikota Depok, Mohammad Idris mengungkapkan, Survei Simulasi Akreditasi tersebut dilakukan untuk peningkatan mutu pelayanan khususnya terkait keselamatan pasien. Karena itu, dirinya sebagai kepala daerah diminta menyampaikan sejumlah rencana ke depan terkait pelayanan di RSUD Depok.

“Survey kali ini bukan untuk peningkatan tipe RSUD. Namun untuk survei simulasi terkait mutu pelayanan khususnya terkait keselamatan pasien,” ujar Idris seperti dilansir depok.go.id.

Ia menuturkan, untuk memajukan RSUD Depok pihaknya akan berupaya dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kesehatan dan seluruh petugas yang ada. Sehingga masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan akan lebih nyaman, aman, dan puas.

“Peningkatan kualitas SDM ini guna menjadikan para petugas di RSUD Depok lebih profesional dalam melayani pasien,” paparnya.

Direktur RSUD Depok, Asloe’ah Madjri mengatakan, simulasi survei ini untuk menilai bagaimana peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di rumah sakit seluruh Indonesia, baik swasta maupun pemerintah. Selanjutnya tim penilai survey akan memberikan rekomendasi pada KARS untuk diakreditasi sesungguhnya.

“Setelah survei ini Insya Allah September akan disurvey akreditasi dan kami akan dinilai terkait kepatuhan SDM atau karyawan terhadap peraturan perundangan, kepatuhan aturan yang ada, tingkat pusat maupun provinsi,” jelasnya.

Dirinya mengharapkan, RSUD Depok nantinya akan mendapat bintang lima (paripurna) saat akreditasi bulan September 2019. Sebab hal tersebut terkait dengan peningkatan mutu dan pelayanan RSUD Depok kepada masyarakat.

“Tahun 2017, RSUD Depok sudah mendapat akreditasi bintang lima versi akreditasi 2012. Sedangkan untuk akreditasi kali ini akreditasi SNARS Versi Edisi I,” katanya.

Ketua Tim Survey Akreditasi Rumah Sakit, Tubagus Abeng mengungkapkan, bahwa hal itu masih survey simulasi. Artinya, kata dia, mendahului survey, menyiapkan persiapan survey.

“Mungkin satu atau dua bulan kedepan, kemarin ada wawancara-wawancara beberapa petugas. Jadi hari ini baru selesai wawancara dengan pemilik rumah sakit. Rumah sakit daerah kan berarti pemiliknya kepala daerah atau walikota, jadi sudah terjadi dialog dari surveyer atau walikota,” pungkasnya. n

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here