Nilai Qurban Di Depok Mencapai Rp 165 M

84
Walikota Depok, Mohammad Idris saat menyaksikan penyembelihan hewan qurban di lingkungan masyarakat

Margonda | jurnaldepok.id
Walikota dan Wakil Walikota Depok, Mohammad Idris-Pradi Supriatna memantau langsung penyembelihan hewan qurban di beberapa titik di wilayah Depok. Dalam kesempatan itu Idris mengatakan, jumlah dan nilai hewan qurban yang disembelih setiap tahunnya menglami peningkatan.

“Informasi dari Bgaian Sosial yang kami terima hingga pukul 21.30 WIB, Sabtu (10/8) malam, jumlah sapi sebanyak 6.062 ekor, kerbau 26 ekor, kambing 11.727 ekor dan domba 1.611 ekor. Jika ditotal keseluruhan hewan qurban yang disembelih mencapai 19.426 ekor atau setara dengan Rp 165.594.700.000,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, Minggu (11/8).

Ia menambahkan, jumlah tersebut masih terus bertambah dalam beberapa hari kedepan. Pasalnya, masih banyak warga Depok dan perkantoran yang melakukan penyemebelihan hewan qurban di hari kedua atau ketiga Idul Adha.

“Kami sangat apresiasi antusiasme warga Depok dalam berqurban, mudah-mudahan membawa keberkahan bagi masyarakat Depok,” paparnya.

Sementara dalam khutbah Shalat Idul Adha Idris mengajak para jamaah agar meneladani Nabi Ibrahim As.

“Patut kita teladani karena sikap dan karakter beliau. Salah satunya kecintaannya pada umatnya ditandai dengan dakwah mengajak pada tauhid dan meninggalkan penyembahan berhala. Tentunya, dengan resiko harus hijrah dan mendapatkan ujian berat namun sabar,” ungkap Idris saat menjadi khotib dan imam dalam pelaksanaan Sholat Idul Adha 1440 H di Masjid At-Taqwa, Kampung Sawah, Jatimulya, Cilodong.

Menurutnya, meneladani sikap Nabi Ibrahim As yang terkenal dengan sopan dan santun dalam keseharian. Bahkan, lanjutnya, di dalam sejarah disebutkan pernah menyembelih kambing bagi tamu yang tidak dikenalnya.

“Kebaikan Nabi Ibrahim yang patut diteladani adalah sikap sopan, santun dan berjiwa sosial tinggi,” jelasnya.

Tak hanya itu, Idris menegaskan bahwa berqurban harus dengan hewan qurban. Secara tegas dirinya menolak adanya pernyataan cendekiawan yang mengganti daging qurban dengan uang untuk orang miskin. Selain berdasarkan syariah, pembagian daging qurban sangat membantu masyarakat kurang mampu.

“Kita masih menjumpai adanya masalah kemiskinan, gizi buruk dan stunting. Dengan pembagian daging qurban, tentunya akan membantu dalam kesetiannya,”ungkapnya.

Ia menambahkan, konsumsi daging masyarakat Indonesia jika dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia, Thailand, Amerika dan lainnya masih sangat rendah. Sehingga, dengan adanya qurban akan sangat membantu masyarakat dalam pemenuhan gizi, ekonomi dan sosial.

“Berdasarkan data secara tahun ini sebanyak 3,5 juta hewan untuk diqurbankan dan ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Semoga kita mendapatkan keberkahan, kedekatan dengan Allah SWT dan secara sosial,” pungkasnya. n

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here