Pelaku Pembacokan Siswa SMK Diringkus

155
Wakapolresta Depok saat menunjukkan barang bukti yang digunakan pelaku untuk membunuh siswa SMK

Cipayung | jurnaldepok.id
Aparat Kepolisian Polresta Depok berhasil menangkap pelaku pembacokan terhadap MI (16) yang meninggal dunia saat tawuran di Jalan Raya Cipayung Kelurahan Bojong Pondok Terong Kecamatan Cipayung pada Selasa (6/8) malam.

Dalam kasus tersebut, petugas menetapkan tiga orang yang menjadi tersangka pembacokan, yakni CWA (18), MF, dan SF.

“Pelakunya yang membacok MI tiga orang hingga meninggal dunia. Korban mengalami luka bacok di bagian punggung,” Wakapolresta Depok AKBP Arya Pradana.

Sebelumnya diberitakan seorang pelajar sekolah menengah atas (SMA) di Depok tewas akibat korban tawuran yang terjadi Jalan Raya cipayung Gg H. Kuteng Kelurahan Bojong Pondok Terong Kecamatan Cipayung.

Tawuran tersebut terjadi pada Selasa malam pukul 18.30 WIB. Korban adalah MI. Kejadian bermula ketika terdapat pesan di Whatsapp dari salah satu murid sekolah.

Dalam pesan tersebut beirisi ajakan untuk janjian tawuran. Kemudian disepakati tawuran di Jl Raya Cipayung Depok, kemudian Sekitar jam 17.00 WIB.

Korban bersama dengan kawan-kawannya sekitar 11 orang menggunakan empat sepeda motor menuju lokasi janjian. Mereka membawa beberapa batang bambu.

“Tiba di lokasi sekitar pukul 18.30 WIB dan terjadi tawuran. Korban tertinggal di belakang hingga akhirnya diketahui korban terkena bacokan oleh pihak para pelaku pada bagian punggung, selanjutnya korban dibawa ke RS Citama Pabuaran,” jelasnya.

Dikatakan dia bahwa awalnya ajakan tawuran itu tidak ditanggapi. Diduga karena terus dikomporin akhirnya mereka sepakat bertemu di lokasi.

“Ketika bertemu disana tawuran terjadi ada seorang pelajar yang tertinggal ketika dikejar, dan salah satu pelajar ada yang bawa sajam hingga terjadi penganiayaan dan korban meninggal dunia,” paparnya.

Atas peristiwa itu korban meninggal dunia hanya satu orang. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Dari hasil visum luar, korban mengalami luka di punggung kiri terkena benda sajam dan korban menderita luka robek parah. Diduga korban kehilangan banyak darah hingga akhirnya meninggal dunia.

“Sampai saat ini masih kami dalami kasusnya. Mereka dijerat pasal 170 KUHP tentang penganiayaan secara bersama sama. Tersangka ditetapkan tiga orang. Yang lain sementara diperiksa sebagai saksi,” pungkasnya.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here