Angka Pengangguran Depok Terbilang Rendah Di Jabar

51
Suasana Forum Group Discussion yang digelar Disnaker Kota Depok

Laporan: Rahmat Tarmuji
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok cukup serius mengatasi persoalan pengangguran. Selain rutin menggelar bursa kerja, Disnaker juga berupaya mencari solusi menurunkan angka pengangguran melalui Forum Group Discussion (FGD).

“Angka pengangguran di Depok mencapai 6,4 persen dari 2,2 juta penduduk. Untuk tingkat provinsi kita masih rendah, namun kami tetap memiliki kewajiban untuk menurunkan angka tersebut,” ujar Manto Jorghi, Kepala Disnaker Kota Depok seperti dilansir depok.go.id, kemarin.

Ia menambahkan, berbagai upaya juga telah dilakukan Disnaker untuk mengatasi hal tersebut, seperti penempatan dan pelatihan tenaga kerja, Sistem Bursa Kerja On Line (BKOL), pameran bursa kerja, Perjanjian Kerja Paruh Waktu Tertentu (PKWT) serta pengiriman transmigran.

“Upaya ini mampu menurunkan angka pengangguran setiap tahunnya. Kepadatan penduduk yang terus bertambah serta lulusan siswa yang tidak memiliki keterampilan khusus, juga ikut mempengaruhi angka pengangguran,” katanya.

Sementara itu Direktur Fasilitasi Insfrastruktur TIK Badan Ekonomi kreatif (Bekraf), Muhammad Neil El Himam mengatakan, Kota Depok memiliki kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di atas rata-rata nasional, yaitu 13 persen lebih. Fakta Ini merupakan potensi yang bagus jika dikembangkan.

“Ini indikasi bagus, bahwa Kota Depok merupakan salah satu kota kreatif yang memiliki potensi luar biasa. Bekraf sudah beri bantuan ke komunitas Depok salah satunya Keboen Coding yang bergerak dibidang IT. Depok potensial di sektor digital aplikasi dan game. Mudah-mudahan rumusan yang telah dibahas dalam forum, bisa membawa dampak perubahan yang baik untuk Kota Depok ke depannya,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here