Bapak dan Anak Tewas Gantung Diri

106
Garis polisi terpasang di lokasi tewasnya bapak dan anak akibat gantung diri

Bojonggede | jurnaldepok.id
Rudi Hermawan dan anaknya, DHD pada Senin (5/8) ditemukan tewas tergantung dirumahnya di RT.3/6 Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede.

Kanit Reskrim Polsek Bojonggede, Iptu Jajang Rahmat mengungkapkan, jasad korban yang diketahui bernama Rudi Hermawan (39 tahun) dan anaknya, berinisial DHD (8 tahun) ditemukan kali pertama sekitar oleh Yuni sang adik, yang tinggal bersebelahan dengan rumah korban.

“Yang menemukan awal, adik kandung korban saat hendak mengantarkan ke sekolah. Paginya dicek, tidak ada aktivitas di rumah itu,” ujarnya.

Ia menambahkan sepulangnya saksi mengajar, saksi mengintip dari jendela rumah korban.

Saat melihat dari jendela saksi kaget melihat dua korban sudah tergantung diatas plafon rumahnya dengan kondisi tidak bernyawa mengenakan kaos warna merah.

“Di situlah saudara korban kaget, melihat kakak dan keponakannya telah tergantung terikat menggunakan tali,” terangnya.

Kondisi ayah dan anak itu, lanjut Jajang, ditemukan dalam kondisi tak lagi bernyawa dengan posisi tergantung saling berhadapan menggunakan tali plastik berwarna merah dan putih. Tergantungnya di plafon ruang utama, dengan posisi berhadapan. Saat ditemukan masih pakai baju lengkap.

“Dari hasil penyelidikan sementara, anggota kami di TKP polisi meyakini korban tewas akibat murni gantung diri dan bukan karena tindak pidana atau kekerasan,” katanya.

Setelah dilakukan Olah Tempat Kejadian Perkara, lanjutnya tidak ditemukan bentuk kekerasan ataupun tindak pidana lainnya. Sepeda motor, HP dan laptop juga utuh.

“Berdasarkan olah TKP, serta visum sementara, diduga kuat Rudi lebih dulu menggantung anaknya, kemudian baru bapaknya gantung diri. Anak korban ini sakit, tuna netra dan tuna wicara. Dugaan kami, korban ini putus asa, setelah istrinya meninggal setahun yang lalu,”katanya.

Sementara itu Kapolsek Bojonggede AKBP Agus Koster Sinaga mengatakan dari hasil olah TKP anggota dipimpin Kanit Reskrim Polsek Bojonggede Iptu Jajang Rahmat korban masih berstatus bapak dan anak.

Korban berprofesi tukang ojek. Biasanya RH ini setiap pagi mengantar pelajar tetangganya namun saat itu korban tidak menjemput dan terpaksa tetangganya naik ojek lain ke sekolah

“Saat ditemukan kondisi pintu depan rumah tidak kebuka. Lantaran warga termasuk tetangga bersama Ketua RT setempat Muhammad Ali Akbar membuka paksa pintu dengan didobrak.
Kedua korban telah ditemukan dalam posisi tergantung secara berhadapan dan sambil berpelukan dengan menggunakan seutas tali warga merah diikatkan di bambu plafon rumah kamar belakang,”tambahnya.

Dari keterangan saksi-saksi termasuk keluarga korban yaitu adik dari korban mengatakan korban ada mengalami tekanan ekonomi ditambah anak korban laki yang ikut gantung diri juga sakit.

“Dugaan bunuh diri secara bersamaan ini sudah direncanakan terlebih dahulu,” tandasnya.nCR-JD1

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here