Walikota Tanggapi Usulan Fraksi PDI-P Terkait Raperda Kebebasan Ummat Beragama

231
Mohammad Idris

Sawangan | jurnaldepok.id
Walikota Depok, Mohammad Idris menanggapi rencana Fraksi PDI Perjuangan yang akan mengusulkan Rancangan Peraturan daerah (Raperda) Jaminan Kebebasan dan Kerukunan Ummat Beragama, menggantikan Raperda Penyelenggaraan Kota Religius (PKR) yang sempat ditolak Bamus DPRD beberapa waktu lalu.

“Landasannya apa?, kita kan sudah punya Undang-Undang, peraturan pemerintah bahkan di FKUB juga sudah tercantum, diantara program kegiatannya bertujuan untuk merukunkan ummat beragama,” ujar Idris kepada Jurnal Depok usai membuka lomba sinergitas Kecamatan Sawangan, kemarin.

Jadi, kata dia, tidak perlu lagi ada peraturan daerah (Perda) kerukunan ummat beragama.

“Justru yang lebih luas lagi kata religious, jangan alergi dengan kata religius. Kata religius ada di dalam visi kita kok, bisa dilihat di dokumen RPJMD, diantaranya kerukunan ummat beragama sudah ada di sana, tinggal klausul teks narasinya yang harus disepakati, apa religius itu agar terukur,” katanya.

Namun begitu, Idris tidak mau mengatakan tepat atau tidak dengan apa yang akan diusulkan oleh Fraksi PDI Perjuangan.

“Ini didiskusikan saja, kenapa kami ajukan kata religius, kenapa mereka mengajukan kerukunan ummat beragama. Menurut kami kerukunan ummat beragama sudah ada sebelumnya dan terpraktek,” jelasnya.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Ikravany Hilman mengatakan, bahwa Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Depok dalam waktu dekat ini akan mengusulkan Raperda Jaminan Kebebasan dan Kerukunan Ummat Beragama, menggantikan Raperda Penyelenggaraan Kota Religius.

“Pemerintah Kota Depok dan PKS nampaknya masih terus berupaya untuk mengajukan Perda Kota Religius untuk dibahas di DPRD, walaupun sudah ditolak oleh Bamus DPRD Kota Depok. Fraksi PDI Perjuangan Kota Depok akan tetap menolak Raperda Kota Religius karena Religiusitas adalah persoalan privat yang tidak pada tempatnya untuk diatur oleh pemerintah kota,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pemerintah kota tidak seharusnya mengatur bagaimana warganya harus menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaannya masing-masing. Hal yang harus dilakukan oleh pemerintah kota, kata dia, adalah memastikan bahwa setiap warga dijamin kebebasannya untuk melakukan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.

“Selain itu Pemerintah Kota juga harus mendorong terciptanya ruang interaksi dan dialog antar umat beragama juga etnis dan ras atau identitas lainnya, untuk memastikan terjaganya toleransi dan kerukunan umat beragama,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam konteks Depok sebagai kota yang terus berkembang dan semakin kompleks, menjadi sangat penting untuk menekankan upaya pemerintah kota untuk menjamin kebebasan beragama, toleransi dan kerukunan antar umat beragama.

“Apalagi hasil riset yang dilakukakan oleh Setara Institute dan Wahid Foundation menunjukan bahwa Depok tumbuh menjadi kota yang intoleran dan tempat berkembangnya radikalisme,” kata dia.

Jaminan kebebasan beragama yang dimaksud, sambungnya, adalah kebebasan bagi setiap ummat beragama untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinannya. Dalam hal ini termasuk jaminan untuk merayakan hari raya dan mendirikan rumah ibadahnya masing-masing.

“Sedangkan jaminan bagi kerukunan beragama mengandung prinsip bahwa pemerintah kota harus secara aktif mendorong terciptanya dialog dan kegiatan positif antar umat beragama. Kegiatan-kegiatan lintas agama harus dilakukan di berbagai sektor terutama sektor pendidikan, sosial, kebudayaan dan politik. PDI Perjuangan Kota Depok percaya bahwa dialog dan kegiatan bersama akan membangun sikap toleran yang merupakan syarat penting bagi terciptanya kerukunan,” tukasnya.

Selain itu, lanjutnya, PDI Perjuangan Kota Depok akan mengusulkan dan memperjuangkan Raperda Jaminan Kebebasan dan Kerukunan Ummat Beragama bukan hanya sebagai alternatif dari Perda Kota Religius.

“Akan tetapi karena kami memandang memastikan setiap warga Kota Depok bisa beribadah dengan bebas dalam situasi yang rukun adalah hal prinsip bagi pertumbuhan kota ini, hari ini dan masa depan,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here