Pembangunan Alun-alun Tahap II Senilai Rp 51 Miliar

252
Inilah gambaran alun-alun Kota Depok yang pembangunannya dilanjutkantahun ni

Margonda | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Perumahan Dan Permukiman (Disrumkim) telah mengalokasikan anggaran Rp 51 miliar untuk pembangunan alun-alun tahap kedua.

“Anggarannya Rp 51 miliar, pembangunan sudah dimulai di awal Juli dan diawali dengan pematangan lahan, dinding penahan tanah dan manajemen konstruksi,” ujar Dudi Miraz, Kepala Disrumkim Kota Depok, Rabu (31/7).

Ia menambahkan, ada beberapa item proyek pekerjaan di tahap kedua pembangunan alun-alun tahun ini diantaranya green house, jembatan utama, kolam retensi, lapangan hijau, pendopo, taman lansia, children playground, gallery dua lantai, co working space dan menara Padang.

“Co Working Space merupakan sebuah bangunan yang dapat digunakan untuk tempat bekerja dan mencari ide-ide cemerlang bagi anak-anak remaja dan masyarakat pada umumnya. Artinya sebagai sarana inspirasi, sehingga tempatnya dibuat senyaman mungkin agar bisa bekerja bersama-sama, bertukar pikiran atau diskusi,” paparnya.

Selain itu, sambungnya, ada juga pendopo yang direncanakan berisi ornamen-ornamen dan seni Betawi yang tidak terlalu modern serta terkesan seperti rumah joglo.

“Itu akan kami buat terbuka dan tidak ada pembatas, hanya ada empat buah tiang penyangga sehingga terlihat lebih lapang,” katanya.

Lebih lanjut ia mengtaakan, pihaknya akan membangun jembatan baru untuk akses utama nantinya yang terletak persis di dekat kantor Polisi Militer.

“Mudah-mudahan pengerjaan tidak terkendala dengan cuaca dan dapat selesai tepat waktu, tidak menyebrang tahun. Dengan begitu alun-alun dapat diresmikan pada awal 2020. Saat pelaksanaan fisik tahap kedua ini kami tutup total agar tidak ada pengunjung, itu untuk menghindari kecelakaan kerja,” ungkapnya.

Untuk pemenang tender, kata dia, masih perusahaan yang sama pada awal pembangunan alun-alun tahap pertama.

“Pemenang tendernya PT Merdeka Inti Persada, hanya personelnya sudah berbeda sekarang. Karena informasi dari BLP kemarin hanya dua yang berminat mengikuti lelang tersebut. Insya Allah teman-teman dari pokja sudah sangat teliti sekali karena akmi juga tidak mau menimbulkan masalah,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here