Awas! 10 Kelurahan Rawan Narkoba

80
ilustasi

Sukmajaya | jurnaldepok.id
Berdasarkan data dari pemetaan BNN Pusat bekerjasama dengan Puslitkes UI tahun 2017 tingkat survey propinsi Jawa Barat menyatakan bahwa daerah rawan narkoba untuk di Depok terbagi 10 kelurahan. Wilayah tersebut antara lain Pancoran Mas, Sukmajaya, Bhakti Jaya, Kemiri Muka, Kukusan, Tugu, Harjamukti, Bojong Pondok Terong, Pangkalan Jati dan Sawangan.

Demikian dikatakan oleh Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Depok, Rina Astuti, saat memberikan bimbingan teknik kepada peserta di Aula Gedung Perpustakaan Balai Kota Depok.

Dia mengatakan dalam kategori kriteria daerah rawan narkoba untuk indikator pokok yaitu ada kasus kejahatan narkoba, angka kriminalitas, kegiatan peredaran narkoba, pengguna dan ada alat bukti saat dioperasi serta kurir.

Menurut Rina,berdasarkan data, pengguna menggunakan narkotika adayang sudah dioplos. Narkotika oplosan ini disebut juga narkotika sintetis atau News Psikoaktif Substand (NPS). Umumnya pengguna narkotika seperti ini berasal dari kalangan ekonomi pas-pas.

“Para stakeholder mulai dari unsur kepolisian dan Muspika dari 10 wilayah kelurahan dikategorikan rawan narkoba kita undang untuk pemberian bimbingan teknis dalam menangani permasalahan narkoba di lingkungan,” terangnya.

Badan Nasional Narkotika Kota Depok merangkul semua stakholder termasuk kepolisian bersinergi pemberdayaan alternatif pemberantasan narkoba. Hal ini bertujuan agar Kota Depok pada tahun 2020 bersin narkoba.

Rina berkeinginan agar para seluruh pimpinan stakholder khususnya yang hadir dalam acara untuk dapat bersama memberdayakan semoga dibina potensi di masyarakat .

Salah satu yang telah menerapkan lingkungan bersih narkoba, lanjut Rina, ada Keluarga Harjamukti, perangkat lurahnya telah menjalankan kegiatan berupa himbauan ke masyarakat yaitu dengan memasang atau menempel atribut anti Narkoba.

“Dalam hal ini memerangi narkoba para Stakeholder di unsur muspika kami dari BNNK Depok siap membantu untuk ikut melakukan sosialisasi berupa penempelan atribut anti narkoba dan sosialisasi ke ibu-ibu kader PKK dan pengajian” katanya.

Ia mengungkapkan jika semua tertuang pada payung hukum Inpres No.6 Tahun 2018, Permendagri No 2 Tahun 2019,lalu ditembuskan kebawah surat edaran gubernur Jawa Barat tanggal 12 Februari 2011, dan instruksi Walkot No. 10 Tahun 2018 yaitu tentang P4GN.

Untuk pengecekan lingkungan bersih narkoba, Rina akan menurunkan tim dalam waktu triwulan sekali.

Ia berharap setiap kelurahan jika sudah menerapkan lingkungan yang bebas dan bersih narkoba, dia optimis para pengedar atau bandar tidak berani masuk ke wilayah.

“Apalagi kita didukung oleh Kesbangpol yang rencanany tahun 2020 akan merelokasikan dana untuk P4GN dan bersih narkoba,” pungkasnya.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here