Rumah Penembak Polisi Tak Berpenghuni

51
Inilah rumah Brigadir RT yang terlihat tak berpenghuni

Cimanggis | jurnaldepok.id
Rumah Brigadir RT pelaku penembakan
anggota Kepolisian Samsat Polda Metro Jaya, Bripka Rachmat Efendy (41) di Mapolsek Cimanggis pada Kamis (25/7), masih terpantau sepi.

Rumah bercat warna biru yang berlokasi di Jalan Jatijajar 11 RT 04/03 Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos. Masih ditinggalkan penghuninya dengan kondisi lampu teras masih menyala.

Pada sisi depan, rumah yang berdampingan dengan kontrakan itu terlihat tertutup rapat, pagar setinggi 1,5 meter pun terlihat digembok dari sisi dalam.

Kosongnya rumah diungkapkan sejumlah tetangga sudah terjadi sejak Kamis (25/7)malam. Istri pelaku, Tia bersama kedua anaknya dan mertua telah pergi meninggalkan rumah tanpa menitipkan rumah.

Mereka katanya terburu-buru meninggalkan rumah, berbeda dengan biasanya yang selalu meninggalkan pesan dan menitipkan rumah.

“Kita awalnya nggak tahu (kejadian), begitu dijemput (mertua pelaku) semuanya pergi,” ungkap seorang tetangga yang enggan disebutkan identitasnya.

Kosongnya rumah dibenarkan oleh Anggota Binmas Polsek Cimanggis, Aiptu Kaslan. Oleh karena itu, dirinya berdasarkan arahan pimpinan terus berjaga bersama sejumlah anggota Polsek Cimanggis sejak hari kejadian penembakan.

Diberitakan sebelumnya, anggota Polri Bripka RE tewas ditembak sesama anggota Polri lainnya saat di Mapolsek Cimanggis di Jalan Raya Bogor pada Kamis (25/7) malam.

Peristiwa itu bermula saat Bripka RE menangkap pelaku tawuran berinisial FZ dan menggiringnya ke markas Polsek Cimanggis.

Bripka Rachmat yang merupakan warga Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Tapos, Depok, bermaksud melaporkan FZ ke bagian SPK Polsek Cimanggis yang diterima langsung oleh Kepala SPK 1 Ipda Adhi Bowo Saputro.

Selain menggiring FZ, Bripka RE yang kala itu berpakaian bebas turut membawa barang bukti celurit yang digunakan pelaku.

Tak lama kemudian, orang tua FZ berinisial Z (46), datang ke Polsek Cimanggis.Tak sendiri, Z turut mengajak Brigadir RT, yang juga berpakaian nondinas, untuk menemani.

Z dan Brigadir RT tertulis sama-sama warga Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Depok. Setelah sama-sama bertemu di Polsek Cimanggis, Brigadir RT meminta agar FZ jangan ditahan, melainkan dibina saja oleh orang tuanya.

Akan tetapi, permintaan Brigadir RT dibalas Bripka RE dengan nada bicara tinggi. “Proses sedang berjalan dan saya sebagai pelapornya,” jawab Bripka RE dengan suara tinggi kepada Brigadir Rangga, seperti tersebut dalam laporan.

Suara tinggi Bripka RE rupanya membuat Brigadir RT naik pitam. Dia kemudian menembakan tujuh butir peluru dari pistol miliknya. Hal tersebut membuat Rachmat meninggal di tempat kejadian.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here