Skandal Uang Konsinyasi Tol Desari Makin Panas

81
Husen Sanjaya saat menunjukkan surat dari Pengadilan Negeri Depok

Limo | jurnaldepok.id
Husen Sanjaya, salah satu pihak bersengketa atas lahan tergerus pembangunan tol Depok – Antasari (Desari) diwilayah Jalan Rawajati Rw 04 dan 05, Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, memastikan akan menyeret semua pihak yang terlibat dalam lingkaran skandal uang konsinyasi pembayaran ganti rugi tol sebesar Rp 129 Milyar yang sudah 19 bulan mandek di Pengadilan Negeri (PN) Depok.

“Kami sudah siap untuk menyeret semua pihak yang berniat untuk merampok hak kami, selama ini kami sudah cukup bersabar menunggu selama hampir dua tahun tapi ternyata tidak ada juga kejelasan tentang nasib uang kami yang sudah mengendap di PN Depok sejak tanggal 14 Desember 2017, ” tegas Husen, kemarin.

Dia menambahkan, sejauh ini pihaknya terus mengintensifkan koordinasi dengan pihak terkait ditingkat pusat, hal ini dilakukan lantaran upaya konsolidasi dengan pihak BPN dan PN Depok tidak pernah membuahkan hasil.

“Kami sudah menempuh mekanisme dan tahapan sebagaimana mestinya, namun sampai sekarang hasilnya nihil, dan ini yang memaksa kami untuk membongkar skandal ini melalui jalur atas,” ungkap Husen.

Dikatakan Husen, selain soal uang Konsinyasi sebesar Rp 129 Milyar, pihaknya juga terus melakukan upaya untuk membatalkan 7 sertifikat hak guna bangun (SHGB) atas nama PT Megapolitan yang juga merupakan pihak bersengketa pada masalah ganti rugi uang kompensasi tol Desari diwilayah Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo.

“Lihat saja nanti endingnya siapa yang benar dan siapa yang salah, semua akan terungkap sesuai faktanya, dan bagi para oknum yang terlibat rekayasa lahan milik kami, siap siap saja untuk menerima konsekwensi hukum, ” tutup Husen. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here