Polisi Penembak Polisi Terancam Dihukum Mati

44
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
Brigadir RT yang menembak anggota Polisi di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Polsek Cimanggis terancam dipecat dan dihukum mati.

Kepala Korps Kepolisian Perairan dan Udara Baharkam Polri, Irjen Zulkarnain, menegaskan pihaknya bakal melakukan proses hukum secara tegas terhadap Brigadir RT, terduga insiden penembakan yang menewaskan Bripka Rahmat Effendi di Polsek Cimanggis.

Hal itu diungkapkan Zulkarnain saat melayat ke rumah duka di Permata Tapos Residence, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Jumat (26/7).

“Dengan sendirinya, sanksi selalu saya katakan ada tiga, aturan yang dilanggar, pidana umum, menghilangkan nyawa orang lain,” ujarnya.

Kemudian, kata dia, pelaku juga akan menjalani proses disiplin terkait penggunaan senjata api tanpa berdinas atau indisipliner dan etika profesi menghilangkan nyawa orang.

“Itu tidak beretika polisi, diatur perundangan secara hukum,”katanya.

Sanksi untuk pidana umum, lanjut Zulkarnain, karena menghilangkan nyawa orang lain, maka pelaku bisa terancam hukuman seumur hidup.

“Bisa seumur hidup atau hukuman mati, itu pasal 338, dan bila direncanakan (pasal) 340. Etika profesi diberhentikan tidak hormat atau dipecat. Kebetulan saya adalah atasan dari pelaku penembakan. Saya sebagai anggota polisi menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya oleh karena itu saya datang kemari,” paparnya.

Sementara itu, pihak keluarga almarhum Bripka Rahmat berharap, meminta agar pelaku Brigadir RT dihukum seadil-adilnya dan diproses secara hukum yang berlaku.

“Saya minta seadil-adilnya pelaku dihukum, ” ucap Deni Syahputra, kakak kandung almarhum Bripka Rahmat.

Dia mengatakan, almarhum merupakan sosok keluarga yang tidak membedakan orangtua dari istri dan orangtuanya.

“Dua-duanya tidak membedakan bahkan saudaranya,” ungkapnya.

Anggota Polri Bripka RE tewas ditembak sesama anggota Polri lainnya saat di Mapolsek Cimanggis di Jalan Raya Bogor, Kamis (26/7) malam.

Peristiwa itu bermula saat Bripka RE menangkap pelaku tawuran berinisial FZ dan menggiringnya ke markas Polsek Cimanggis.

Bripka RE yang merupakan warga Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Tapos, Depok, bermaksud melaporkan FZ ke bagian SPK Polsek Cimanggis yang diterima langsung oleh Kepala SPK 1 Ipda Adhi Bowo Saputro.

Selain menggiring FZ, Bripka RE yang kala itu berpakaian bebas turut membawa barang bukti celurit yang digunakan pelaku.

Tak lama kemudian, masih berdasarkan laporan itu, orang tua FZ berinisial Z (46), datang ke Polsek Cimanggis.

Tak sendiri, Z turut mengajak Brigadir RT, yang juga berpakaian nondinas, untuk menemani.

Z dan Brigadir RT tertulis sama-sama warga Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Depok.

Setelah sama-sama bertemu di Polsek Cimanggis, Brigadir RT meminta agar FZ jangan ditahan, melainkan dibina saja oleh orang tuanya.

Akan tetapi, permintaan Brigadir RT dibalas Bripka RE dengan nada bicara tinggi.

“Proses sedang berjalan dan saya sebagai pelapornya,” jawab Bripka RE dengan suara tinggi kepada Brigadir Rangga, seperti tersebut dalam laporan.

Suara tinggi Bripka RE rupanya membuat Brigadir RT naik pitam.

Dalam kondisi emosi, Brigadir RT langsung menghampiri Bripka RE di ruangan SPK, mengeluarkan senapan, lalu menembakkannya ke arah Bripka RE sebanyak tujuh kali. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here