Uang Konsinyasi Tol Desari Mangkrak Di PN Depok

96
Beberapa alat berat saat mengerjakan pembangunan Tol Desari

Limo | jurnaldepok.id
Para pihak bersengketa atas lahan seluas 4,8 hektar yang terkena proyek Tol Depok – Antasari (Desari) mempertanyakan soal uang pembayaran tanah sebesar Rp 129 miliar yang telah dititipkan ke Pengadilan Negeri (PN) Depok sejak 14 Desember 2017.

Pasalnya, hingga saat ini para pihak bersengketa tidak diberi tahu oleh pihak pengadilan terkait keberadaan uang pembayaran tanah tersebut.

Husen Sanjaya, salah satu pemilik lahan mengaku sangat kesal lantaran hingga detik ini tidak ada konfirmasi dari pihak pengadilan atas keberadaan uang pembayaran tanah miliknya.

“Luar biasa, sudah hampir dua tahun uang pembayaran tol atas tanah kami mengendap di Pengadilan Negeri (PN) Depok. Anehnya sampai sekarang tidak ada kabar apa-apa dari pengadilan atau BPN soal uang konsinyasi itu,” ujar Husen kepada Jurnal Depok, kemarin.

Husen menegaskan, sampai kapanpun pihaknya tidak akan pernah berhenti untuk memperjuangkan haknya atas pembayaran tanah tersebut sebelum ada kepastian tentang keberadaan uang tersebut.

“Selama belum ada konfirmasi secara resmi dari pengadilan, kami menganggap bahwa uang konsinyasi itu masih dalam penguasaan pengadilan, kami akan terus berupaya agar hak kami itu dapat sampai ketangan kami selaku pemilik tanah yang dimasukkan sebagai pihak bersengketa,” tukas Husen.

Dikatakan Husen, mangkraknya penyerahan uang konsinyasi merupakan kerugian bagi para pihak bersengketa lantaran jika didepositokan, uang sebesar itu bunganya cukup banyak.

“Nanti pihak yang terlibat atas mangkraknya uang pembayaran tol itu, akan terseret hukum, lihat saja nanti,” tegasnya.

Sebelumnya Humas Pengadilan Negeri (PN) Depok berjanji akan memberi penjelasan terkait kisruh uang konsinyasi Tol Desari kepada pihak pemilik Girik Letter C 675a maksimal dua pekan.

“Nanti kami akan memberikan keterangan resmi mohon sabar, kami minta waktu paling lama dua minggu,” janjinya beberapa bulan silam. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here