Pasokan Minim, Pedagang Sayuran Galau

31
Salah satu pedagang sayur mayur yang berada di wilayah Limo

Limo | jurnaldepok.id
Musim kemarau berkepanjangan yang melanda sejumlah wilayah Jabodetabek dan sekitarnya ternyata berdampak terhadap minimnya pasokan sayur mayur dan rempah dipasaran, dan hal ini ditengarai menjadi biang keladi melonjaknya harga komuditas sayur dan rempah ditingkat pedagang pengecer.

Sudarmi, salah satu pedagang sayur mayur diwilayah Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, mengaku terpaksa mengurangi stok sayur mayur dan rempah diwarung miliknya lantaran saat harga melonjak seperti sekarang ini, daya beli masyarakat khususnya kaum ibu dipastikan menurun drastis sehingga omzet penjualan sayur dan rempah diwarungnya ikut menurun.

“Kalau harga sayur dan rempah rempah masih mahal seperti sekarang ini, saya hanya belanja sedikit karena ibu ibu yang beli enggak banyak, dan kalaupun ada, biasanya ibu ibu mengurangi belanjaannya misalnya biasa beli cabe setengah kilo, saat harga mahal menjadi hanya seperempat kilo saja, gitu juga yang biasa nyetok sayur dirumah, pas harga mahal para ibu ibu hanya membeli sekedar buat dimasak hari itu saja, ” ujar Darmi kepada Jurnal Depok kemarin.

Keluhan yang sama dilontarkan oleh Nunung, pedagang sayur mayur diwilayah Kampung Parung Bingung, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas.

“Sekarang saya jualan cuma dikit doang, abis harga sayur dan bumbu dapur lagi mahal, kalau nyetok banyak takut busuk, ” keluh Nunung kepada Jurnal Depok kemarin.

Dikatakan Nunung, secara umum hampir semua jenis sayur mayur mengalami kenaikan, begitu juga rempah terutama cabai rawit merah yang harganya sudah mencapai Rp 80 ribu / kilogram.

Sementara Kainah salah satu ibu rumah tangga meminta kepada Pemerintah untuk melakukan operasi pasar guna menstabilkan harga sayur mayur dan rempah sehingga tidak memberatkan para ibu rumah tangga.

“Jatah belanja tetap, sedangkan harga sayur dan bumbu dapur terus naik, tolong dong Pemerintah diatur harga pasaran biar harga sayur engga terus naik, ” tutup Kainah. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here