PKS Akui Popularitas Idris Makin Melesat

248
Mohammad Idris

Margonda | jurnaldepok.id
Tingkat popularitas Walikota Depok, Mohammad Idris pasca kebijakan yang dinilai kontoversial terkait lampu merah bernyanyi kian melesat. Hal itu dapat dilihat dari perbincangan di media sosial dan media mainstream yang dalam berapa hari terakhir membahas kebijakan orang nomor satu di Kota Depok ini.

Kondisi tersebut rupanya tak dipungkiri oleh Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Depok, Hafid Nasir. Hafid menilai dalam kurun waktu seminggu terakhir walikota yang diusungnya oleh partainya itu ramai diperbincangkan publik.

“Dari sisi popularitas secara tidak langsung semakin meningkat, namun sebenarnya tidak ada disain kampanye lebih dini, ini lebih kepada seperangkat sebuah rencana atau kebijakan Dinas Perhubungan, ditambah ‘dimainkan’ di medsos akhirnya menjadi ramai,” ujar Hafid kepada Jurnal Depok, Minggu (21/7).

Sebagai partai pengusung, Hafid mengungkapkan pro dan kontra terkait kebijakan pemutaran lagi di lampu merah di kawasan Margonda merupakan suatu hal yang wajar, terlebih hal tersebut dilakukan menjelang pemilukada.

“Tetapi substansinya kan bukan pada lagunya, tapi substansinya adalah bagaimana memberikan edukasi terhadap pegguna jalan. Kami juga di DPRD terus mendorong pemerintah agar melakukan rekayasa lalu lintas dan terobosan untuk mengurangi kemacetan,” paparnya.

Saat ini, sambungnya, komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Propinsi Jawa Barat pun telah berjalan baik.

“Dari komunikasi dan koordinasi itu Alhamdulillah Depok akan mendapatkan bantuan dari gubernur untuk pembangunan dua underpass,” katanya.

Hafid juga menilai, diperbincangkan nama Idris oleh netizen dan masyarakat akhir-akhir ini tak dipungkiri dapat meningkatkan popularitas Idris.

Meski begitu, secara politik pihaknya terus menjalin komunikasi dan membuka diri kepada partai lain agar dapat berkoalisi pada pilkada 2020 nanti.

“Ya, kami juga telah menjalin komunikasi dengan beberapa parpol, yang terbaru kemarin kami komunikasi dengan Partai Golkar. Kami juga akan bersilaturami ke parpol lain untuk membangun komunikasi,” ungkapnya.

Namun begitu PKS, kata dia, dalam menjaring bakal calon walikota-wakil walikota telah melakukan berbagai tahapan mulai dari hasil kinerja, penjaringan internal, pemilihan raya hingga melaporkan semua itu ke DPW dan DPP PKS. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here