Walikota vs Ketua DPRD Soal Musik Lampu Merah

265
Inilah salah satu titik lampu merah yang bakal diputarkan lagu tertib lalu lintas

Margonda | jurnaldepok.id
Rencana Pemerintah Kota Depok yang akan memutar musik di lampu merah di Jalan Margonda menuai pro dan kontra. Banyak dari mereka yang menyinyir, namun tak sedikit pula yang mendukung program tersebut.

Menanggapi hal itu Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, pihaknya akan melanjutkan program tersebut meskipun banyak direspon negetif oleh netizen dan DPRD.

“Itu biasa (kritik,red), enggak masalah dan enggak menyalahi undang-undang. Di Negara maju banyak kok, nyanyi nya bukan nyanyi dangdut juga, kami tidak akan menyetel musik dangdut disana, kalau dangdut nanti orang lupa nyetir,” ujar Idris kepada Jurnal Depok, kemarin.

Idris mengatakan, lagu yang akan diputar merupakan lagu yang mengingatkan masyarakat tentang tertib berlalu lintas.

“Kalau mengkritisi itu hak mereka, kami akan lihat nanti apakah ini menyalahi undang-undang, kami lihat maslahat dan mudhorotnya lebih besar mana, kalau tidak ada aturan yang melarang kenapa tidak. Kami tidak akan bisa bergerak kalau semua dikritisi, enggak bisa jadi kebijakan. Termasuk Perda PKR, kami akan ajukan kembali meskipun sempat ditolak dan dikritisi karena ini dibutuhkan dan didukung oleh gubernur,” paparnya.

Sementara itu Ketua DPRD Depok, Hendrik Tangke Allo menilai program tersebut tidak tepat dilakukan di lampu merah.

“Kalau mau memberikan hiburan kepada masyarakat tentang lagu-lagu daerah atau lagu apapun, saran kami buatlah itu di taman-taman kota, alun-alun dan fasilitas public lainnya, jangan di lampu merah. Kalau di lampu merah nanti masyarakat makin betah dengerin lagu dan jalan makin macet,” tanggapnya.

Solusi kemacetan, kata dia, dengan melebarkan jalan-jalan yang ada dan membuat jalan-jalan baru agar aksesnya banyak.

“Ini solusi lucu, saran kami pemerintah kota kalau mau memberikan solusi terkait pelayanan public jangan dong asal buat program yang aneh, kalau kami bilang sih itu program aneh dan lucu-lucuan saja,” katanya.

HTA biasa ia disapa akrab, hasil kunjungannya kebeberapa Negara pemutaran lagu atau musik ditempatkan di taman-taman kota bukan di lampu merah.

“Di luar negeri enggak ada di lampu merah, adanya di taman-taman kota,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here