Jalur BORR UI Bukan Solusi

104
Mahasiswa UI saat menyegel pintu parkir yang ada di lingkungan kampus

Beji | jurnaldepok.id
Adanya jalur khusus yang dibuatkan pihak Rektorat yakni Bycicle Outer Ring Road (BORR) Utara hingga Selatan yang berada di pinggir pagar kuning UI dituding meminggirkan warga.

Ketua RT 02/02 Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji Doni Fajar mengatakan warga akan tetap menolak penerapan prabayar parkir UI.

“Kami tidak setuju jika ada pola penerapan prabayar parkir masuk UI,” katanya.

Dia juga menuding UI yang mengimbau warga melintasi Bycicle Outer Ring Road Utara hingga Selatan. Menurutnya jalur BORR sama saja meminggirkan warga dengan UI ditambah jalur BORR dinilai tidak layak akan sarana dan bisa menimbulkan tindak kriminal.

“Jalur BOOR kami nilai kurang layak kalau malam gelap nggak ada penerangan jalan,” jelasnya.

Ujicoba penerapan parkir berbayar di lingkungan Kampus Universitas Indonesia menyebabkan kemacetan panjang hingga dua kilometer.

Pantauan di pintu masuk dari Beji Timur antrian kendaraan roda dua sudah terlihat di Jalan Baiturahman hingga ke arah pintu masuk Politeknik Jakarta.

“Biasanya enggak macet seperti ini, ini karena ada ujicoba tiket masuk UI”kata salah satu warga Beji Timur Inawati.

Di lokasi lainnya di pintu Masuk UI di Kukusan antrian panjang juga sudah dimulai dari depan kantor Kelurahan Kukusan.

“Ya jadi macet gara-gara ada loket parkir UI”kata Suryadi salah satu warga.

Kemacetan juga terjadi di Jalan Margonda dampak dari antrian ambil tiket kampus UI.

Heru salah satu ojek Mitra UI mengatakan keberatan atas penerapan parkir berbayar. Pasalnya mereka menjadi terbebani dengan aturan tersebut.

“Kami hanya tukang ojek, cari nafkah disini untuk keluarga. Kalau harus bayar parkir ya keberatan,” terangnya.

Dengan parkir berbayar otomatis akan berdampak pada tarif ojek. Menurutnya, jika biaya parkir dibebankan pada pengguna jasa tentu juga akan keberatan.

Dia khawatir pengguna jasa ojek berkurang dengan kebijakan tersebut. “Kalau nanti diterapkan konsumen kami keberatan tidak dinaikan,” paparnya.

Ia berharap, pihak UI memberikan kebijakan yang tidak merugikan para pengojek yang ada di area UI, meski diberlakukan masuk UI berbayar dari roda dua dan empat. Misalnya dari pagi sampai malam mangkal di UI tak dikenanakan biaya masuk.

“Sebab kalau diberlakukan akan menambah beban kami, sedangkan kami belum menaikan upah jasa ojek,” ucapnya.

Humas UI, Rifelly Dwi Astuti juga meminta masyarakat sekitar kampus tidak khawatir mengenai rencana tersebut. Pengelola akan menyediakan akses gratis untuk masyarakat.

“Silahkan masyarakat menggunakan jalur khusus tersebut berada di Borr (Bycicle Outer Ring Road) Utara hingga ke Selatan. Di situ, kendaraan yang melintas tidak dipungut biaya (gratis),” jelasnya.

Rifelly menjelaskan jika pihaknya tetap memikirkan keluhan masyarakat namun rencana tersebut jadi diterapkan.

“Terkait protes yang dilakukan oleh Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dan UI disebabkan oleh miss komunikasi saja,” tutupnya.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here