Ujicoba Parkir Berbayar, Mahasiswa UI Blokir Jalan

101
Mahasiswa UI saat menyegel pintu parkir yang ada di lingkungan kampus

Beji | jurnaldepok.id
Ujicoba penerapan parkir berbayar di lingkungan Kampus Universitas Indonesia pada Senin (15/7) diwarnai aksi demo oleh mahasiswa UI dan masyarakat umum.

Mahasiswa yang tergabung Badan Eksekutif MahasiswaUniveristas Indonesia (BEM UI) kembali menggelar aksi menolak penerapan parkir berbayar.

Kali ini para mahasiswa bergabung dengan komunitas ojek pangkalan UI menggelar orasi. Saat menggelar orasi mereka memblokade sebagian jalan di pintu utama kampus UI dengan berkumpul sambil berorasi.

Tidak hanya melakukan blokir jalan para mahasiswa juga mensegel mesin tiket parkir dengan spanduk warna putih.

Heru salah satu ojek Mitra UI mengatakan keberatan atas penerapan parkir berbayar. Pasalnya mereka menjadi terbebani dengan aturan tersebut.

“Kami hanya tukang ojek, cari nafkah di sini untuk keluarga. Kalau harus bayar parkir ya keberatan,” katanya.

Dengan parkir berbayar otomatis akan berdampak pada tarif ojek. Tetapi hal ini menjadi dilema jika biaya parkir dibebankan pada pengguna jasa tentu juga mereka akan keberatan. Dia khawatir pengguna jasa ojek berkurang dengan kebijakan tersebut.

“Kalau nanti diterapkan konsumen kami keberatan tidak dinaikan,” paparnya.

Ia berharap, pihak UI memberikan kebijakan yang tidak merugikan para pengojek yang ada di area UI, meski diberlakukan masuk UI berbayar dari roda dua dan empat.

Sementara itu, Ketua BEM UI Manik Margana Mahendara mengatakan, penerapan scure parking atau masuk UI berbayar ini akan berimplikasi pada perubahan pengenaan tarif parkir, khususnya pada kendaraan roda empat dan terlebih lagi roda dua.

Selain itu, pihaknya mempertanyakan penempatan mesin parkir ini terletak di jalan masuk akses UI hingga Kampus Politeknik Negeri Jakarta bukan di wilayah parkir.

Kebijakan ini diterapkan dengan harapan mampu menekan penggunaan kendaraan pribadi di wilayah kampus.

Tapi berdasarkan hasil beberapa audensi degan pihak Rekrorat UI mahasiswa saat ini belum menerima kajian analisis dampak lalu lintas yang seharusnya disertakan dalam kebijakan pengelolaan parkir ini dan juga belum ada kajian lingkungan yang harusnya diberikan kepada publik.

Maka dari itu, BEM UI menyatakan sikap, antara lain, pertama menuntut pihak Rektorat UI untuk mengkaji ulang kebijakan pengelokaan parkir di wilayah kampus UI Depok yang masih bermasalah dalam hal admintrasi, teknis, keamanan, dan kejelasan dasar hukumnya.

Kedua, menuntuk pihak Rektorat UI untuk segera membuat sebuah forum yang melibatkan pihak terdampak dari kebijakan ini, mulai dari mahasiswa UI dan PNJ, perwakilan masyarakat, dan kejelasan dasar hukumnya.

Ketiga, menekankan bahwa setiap kebijakan publik yang dikeluarkan oleh kampus harus selalu memerhatikan asas-asas umum pemerintah yang baik sebagai lembaga negara dan insitusi pendidikan yang seharunya mampu melakukan proses pengambilan kebijakan yang baik dan benar.

“Kebijakan tanpa sosialisasi, partisipasi pihak-pihak yang terdampak dan asas-asas, umum pemerintah yang baik tidak memiliki kepatutan untuk diterapkan,”katanya.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here