Raih Suara Terbanyak Di Pemira, IBH Kandidat Kuat Pendamping Idris Di Pilkada Depok

106
Imam Budi Hartono

Margonda | jurnaldepok.id
DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Depok telah mengeluarkan release hasil pemilihan raya (Pemira) yang digelar di 11 DPC PKS se Kota Depok pada minggu lalu. Alhasil, nama Imam Budi Hartono (IBH) menempati posisi teratas dari tujuh kandidat bakal calon walikota-wakil walikota Depok dari internal PKS yang dipemirakan.

“Kepastian itu kami dapat setelah melalui proses penghitungan suara hasil Pemira Balon Walikota Depok pada 7 Juli 2019 lalu, dengan tingkat partisipasi kader sebanyak 80 persen dari 6.700 kader yang terdata dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Dari delapan Kader PKS yang dipilih, muncul tiga nama yang memperoleh dukungan suara kader terbesar,” ujar H. TM. Yusufsyah Putra, Sekum DPD PKS Kota Depok, Minggu (14/7).

Putra yang juga merupakan Ketua Panitia Pemira Balon Walikota Depok menerangkan, tiga besar yang memperoleh suara pertama terbanyak diraih oleh Anggota DPRD Propinsi Jawa Barat, Imam Budi Hartono; Ketua DPD PKS Kota Depok, Moh Hafid Nasir diposisi kedua dan diposisi ketiga diraih oleh mantan Wakil Ketua DPRD Depok, Prihandoko. Disusul urutan keempat oleh satu-satunya balon Walikota Depok dari kader perempuan PKS Depok yaitu T. Farida Rachmayanti.

“Nama-nama kader terbaik PKS Depok ini selanjutnya akan dilakukan “uji publik” melalui serangkaian survey popularitas dan elektabilitas, untuk mengetahui respon warga Depok bila diajukan oleh PKS sebagai calon Walikota Depok,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, selain nama-nama kader yang menjadi balon Walikota Depok tersebut, dalam “uji publik” tersebut PKS juga akan melakukan survey terhadap nama-nama lain yang sudah muncul sebagai kandidat Walikota Depok, termasuk Mohammad Idris dan Pradi Supriatna yang saat ini menjabat Walikota dan Wakil Walikota Depok.

“Selain uji publik, PKS juga akan terus melakukan serangkaian silaturrahim dan komunikasi dengan parpol lain dan elemen masyarakat Depok guna menjalin koalisi dan kerjasama dalam proses pemenangan pilkada walikota pada 2020 nanti,” katanya.

Hasil uji publik dan silaturrahim, sambungnya, akan disampaikan kepada DPW dan DPP PKS, untuk memutuskan siapa pasangan yang resmi akan diusung oleh PKS pada pilkada 2020 nanti.

“Tidak menutup kemungkinan munculnya nama-nama lain yang akan diusung oleh PKS dalam pilkada 2020 nanti,” ungkapnya.

Munculnya nama IBH diposisi teratas hasil pemira, tidak menutup kemungkinan untuk PKS menduetkan pasangan IBH-Mohammad Idris sebagai walikota atau wakil walikota pada pilkada Depok 2020 mendatang.

Pasalnya, banyak kalangan yang menilai dua orang ini mampu mewakili internal dan eksternal partai. Dimana, Mohammad Idris yang saat ini menjabat sebagai Walikota Depok, juga diusulkan PKS ke DPW untuk diusung kembali pada pilkada 2020 dari eksternal partai.

Putra menegaskan, dilakukannya survey terhadap petahana dalam hal ini Mohammad Idris tak lain dikarenakan partainya lah yang mengusung Idris pada pilkada Depok 2015 silam.

“Masa kami hapus di survey, paling tidak kami akan mengetahui yang kami usung kemarin elektabilitasnya masih bagus. Jadi nantinya kami lampirkan sebuah narasi terkait hasil survey itu ke DPW,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here