Kementerian PUPR Memastikan Perbaikan Jembatan Mampang 75 Hari

59
Kondisi terakhir Jembatan Mampang yang amblas beberapa minggu lalu

Sawangan | jurnaldepok.id
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Propinsi DKI Jakarta dan Sekitarnya, secara resmi melayangkan surat ke Pemerintah Kota Depok dalam hal ini Dinas Perhubungan terkait waktu pengerjaan Jembatan Mampang (Jepang) yang amblas dua minggu silam.

“Ya sudah bersurat, memang pengerjaan cukup lama,” ujar Dadang Wihana, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, kemarin.

Di dalam surat bernomor UM.01.03/PJNM-II.J-PPK-1/050719 dijelaskan, bahwa PUPR akan melakukan perbaikan sesuai dengan design yang diberikan dari perencana, penanganan perbaiakan dengan menggunakan plat beton.

Adapun waktu pelaksanaan dapat diselesaikan selama kurang lebih 75 hari kalender, terhitung sejak tanggal 6 Juli sampai 17 September 2019. Pihak PUPR juga memastikan selama masa pelaksanaan akan menimbulkan kemacetan yang signifikan.

Menanggapi hal itu, Walikota Depok, Mohammad Idris mengungkapkan, bahwa proses pengerjaan jembatan sudah diprediksi akan memakan waktu lama.

“Pertama kali kejadian kami sudah laporkan ke kementerian dan malamnya langsung pihak konsultan mereka datang mengecek lokasi, mereka meminta melanjutkan pengecekan lapangan keesokan harinya. Hasil dari pengecekan itu kemudian disampaikan ke Pak Menteri untuk dianggarkan dari anggaran BTT Kementerian,” ungkapnya.

Ia menambahkan, jika dibangun jembatan sementara akan tanggung karena penopangnya masih kuat.

“Namun kami mengharapakan jembatan dibangun secara permanen, kami belum tahu dan belum lihat design akhirnya seperti apa, karena kami usulkan jalan yang bertingkat agar diratakan dan tidak ada kemiringan. Mereka minta waktu paling cepat tiga bulan,” jelasnya.

Dari itu, Idris meminta pihak Dishub dan Polresta Depok untuk melakukan rekayasa lalu lintas agar dapat berjalan lancar.

“Kalau ada kemacetan itu karena sedang diperbaiki, tapi jangan sampai terjadi penumpukkan. Kalau dirombak semua diperkirakan bisa satu tahun,” katanya.

Sebelumnya Idris telah memprediksi bahwa pengerjaan Jembatan Mampang yang amblas akan memakan waktu lama. Dengan begitu, ia memastikan Jalan Raya Sawangan akan diberlakukan buka tutup selama kurang lebih tiga bulan.

“Selama tiga bulan bisa buka tutup, nanti akan ada rekayasa ulang dan akan kami lakukan evaluasi,” kata Idris kepada Jurnal Depok, Senin (1/6). n Rahmat Tarmuji

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here