Sopir Taksi Online Asal Depok Dirampok

87
Bintoro, pengemudi taksi online masih tergolek lemah di rumah sakit pasca mengalami perampokkan

Cilodong | jurnaldepok.id
Seorang pengemudi taksi online bernama Bintoro dirampok dua pria tidak dikenal di daerah Setu Cibarusah, Cileungsi, Kabupaten Bogor. Akibatnya korban mengalami trauma dan masih menjalani perawatan.

Ditemui di rumahnya di Gang H.Matsani RT.02/02 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong pada, Selasa (9/7) korban masih tergeletak lemas di tempat tidurnya.

Putri Bintoro, Lulu mengatakan ayahnya selalu mengingau dan menendang kaki seperti proses saat mencoba menendang pelaku sewaktu kejadian.

“Selama empat hari bapak dirawat intensif di salah satu Rumah Sakit di Cileungsi. Ibu sedang ngurusin semua urusan bapak. Mulai laporan ke Polsek Cileungsi juga pengurusan surat asuransi mobil yang dicuri pelaku,” jelasnya.

Sementara itu korban, Bintoro menambahkan sebelum kejadian dia mengendarai mobilnya berplat B 1870 EOY. Ia dirampok usai mengantar penumpang ke daerah Bekasi sekitar pukul 00.00 WIB, lalu berhenti di daerah Perumnas 3 di sebuah ruko untuk istirahat.

“Saya istirahat dan parkir mobil di ruko Bulak Kapal. Lalu tiba-tiba ada dua orang pria diminta untuk mengantarkan ke daerah Situ Cibarusah sekitar pukul 02.00 WIB,” paparnya.

Ia menuturkan jika pelaku tidak menggunakan aplikasi, karena saat itu searah mau balik ke rumah jadi diangkut saja. Pelaku pun mengenakan baju rapi sehingga korban tidak menaruh curiga.

“Saya ga curiga karena pakaiannya rapi. Satu duduk didepan dan yang lain duduk di belakang. Selama perjalanan pelaku mengajak ngobrol logat bahasa Jawa. Pelaku juga mengaku bekerja sebagai sopir,” tuturnya.

Namun di tengah perjalanan, salah satu pelaku yang duduk di kursi belakang langsung mengalungi leher korban menggunakan pisau.

“Pisaunya berhasil saya buang. Sempat berduel sama mereka karena saya coba pertahankan mobil,” katanya.

Namun pertarungan tersebut berhasil dikalahkan pelaku. Saat korban tak berdaya, pelaku langsung menyayat leher hingga lemas. “Betis kaki kanan sama jempol kanan dibacok pisau,” tambahnya.

Korban mengaku mendengar pelaku yang duduk di kursi belakang sempat menyebutkan ingin membunuh dirinya, namun hal itu tidak dilakukan. Setelah korban tidak berdaya, penumpang depan langsung menguasai stir mobil langsung membawa kabur mobil.

“Sebelum itu pelaku membuang saya ke lokasi sepi dan gelap hampir masuk jurang,” jelasnya.

Dirinya menceritakan setelah pelaku membawa kabur mobil nya, korban yang dalam keadaan kritis mencoba jalan sejauh 50 meter dan berhasil ditolong oleh satpam pabrik kayu tidak jauh dari lokasi kejadian.

Ciri-ciri kedua pelaku, lanjut Bintoro, pria yang duduk dibelakang yang membacok menggunakan pisau berambut berdiri mohak, pipi sebelah kanan ada bekas codet luka sayatan, kulit sawo matang, Tinggi Badan 160 CM, pake jaket lebih biru bener, badan kurus. Sedangkan pelaku satunya lagi penampilan klimis rapih menggunakan kemeja hitam dan berbadan gemuk.

“Peristiwa yang saya alami seperti ini dapat menjadi pelajaran bagi sopir taksi online lainnya untuk tidak mengangkut penumpang tanpa menggunakan aplikasi,” terangnya.

Dia berharap kepada pihak kepolisian untuk dapat mengungkap kasus yang dialami dirinya.”Semoga pelaku dapat hukuman yang seberat-beratnya,” tandasnya.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here