Mahasiswa UI Murka Gegara Biaya Kuliah Naik Dan ‘Jalan Berbayar’

92
Aksi Mahasiswa UI yang menolak pemberlakuan masuk area kampus berbayar dan naiknya biaya kuliah

Beji | jurnaldepok.id
Ratusan mahasiswa UI menggeruduk dan melalukan aksi demo di Kantor Rektorat UI.
Salah satu mahasiswa dari BEM UI, Dhea mengatakan BEM UI melihat bahwa dalam akhir periode pengurusannya, Rektor Universitas Indonesia menerbitkan serangkaian kebijakan yang prematur, melanggar peraturan perundang-undangan, dan merugikan mahasiswa serta masyarakat.

Kebijakan tersebut mencakup pengadaan secure parking, kenaikan uang kuliah, kenaikan biaya kuliah semester pendek, penangkapan hewan di UI, dan kebijakan seputar klinik kampus.

“Kebijakan-kebijakan ini selain memberikan dampak negatif juga mencederai cita-cita Universitas Indonesia untuk menjadi “World Class University,” ujarnya, kemarin.

Menurutnya salah satu kebijakan baru saat ini adalah adanya rencana penerapan retribusi prabayar melintas Kampus UI.

Pihak Direktorat Universitas Indonesia diminta untuk mengkaji ulang penerapan melintas UI dengan prabayar atau retribusi karcis.

Sementara itu Ketua LPM Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Suaip mengomentari rencana penerapan retribusi lintas UI dengan membayar karcis yang rencananya dilakukan ujicoba pada 15 Juli 2019 mendatang.

Dia mengatakan, masalah rekayasa lalin di UI itu memang haknya UI, tapi seandainya masuk UI harus bayar diminta untuk dikaji ulang.

“Menurut saya UI harus mengkaji ulang karena banyak warga yangkeluar masuk UI dan selain juga kan banyak yang kos di luar UI, “katanya.

Tokoh masyarakat Kelurahan Pondokcina, Kecamatan Beji, Azhari Hasan menambahkan seharusnya sebelum melakukan penerapan pra bayar masuk UI di lakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Lah kan dulu warga kami yang punya tanah di UI, lah kenapa sekarang ada penerapan bayar masuk UI,”katanya.

Dia juga menyayangkan rencana pihak Direktorat UI yang akan menutup pintu masuk UI dari arah Stasiun Pondokcina Margonda.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta, Iqbal Fauzan mengatakan, penerapan kebijakan tarif parkir oleh Direktorat Pengelolaan dan Pemeliharaan Fasilitas (DPPF) tersebut sudah ada sejak tahun 2018 lalu.

“Sudah dari 2018 lalu kemarin wacananya sudah dari tahun kemarin, tapi belum direalisasikan. Nah ternyata direalisasikan di UI Salemba dulu, kalau di Salemba diterapkan tidak ada masalah. Tapi kan UI dan PNJ kan beda,”katanya.

Ia mengaku, kaget dengan keberadaan plank dan mesin parkir yang sudah terpampang di kampusnya itu.

“Ini sebenarnya kita (BEM UI dan BEM PNJ) kecolongan juga karena dibangunnya saat mahasiswa pada libur ya, jadi tidak ada yang tahu,”katanya.

Humas Universitas Indonesia Egia Tarigan mengakui bahwa UI maupun PNJ kerap dijadikan akses untuk melintas sehari-hari bagi warga sekitar Depok.
Oleh karena itu pihak UI mengakomodasi kebutuhan warga yang melintas dengan menyediakan lintasan khusus.

Adapun warga bisa melintas di jalan alternatif dari Margonda maupun Kelapa Dua ke Kukusan, Beji Timur dengan melewati Rumah Sakit UI-Redhouse PNJ-Gedung AA PNJ. nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here