Korban Kekeringan Proyek Tol Desari Bertambah

56
Aktivitas pengerjaan proyek Tol Desari di wilayah Limo yang telah membuat kekeringan sumur milik warga

Limo | jurnaldepok.id
Ketua Rt 04/02, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Endri mengeluhkan lambannya pengerjaan penggalian sumur bor milik warga yang terdampak pembangunan konstruksi tol Depok – Antasari (Desari) diwilayah Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo.

Keluhan Endri atas lambannya pembuatan sumur bor oleh kontraktor Tol Desari cukup wajar mengingat jumlah rumah warga yang mengalami kekeringan terus bertambah terutama warga yang bedomisili disebelah timur.

“Kapan selesainya kalau pengerjaan sumur bor lamban kayak gini, dan yang bikin warga kesal, pengerjaan penggalian sumur dilaksanakan secara bertahap sehingga membutuhkan waktu cukup lama, ” ungkap Endri kepada Jurnal Depok kemarin.

Dia menambahkan, awalnya hanya ada 40 rumah warga yang sumurnya mengalami kekeringan akibat penggalian pondasi jalan tol, tapi sekarang jumlah rumah warga yang sumurnya kekeringan mencapai 50 rumah sementara disisi lain pengerjaan penggalian sangat lamban.

“Saya sudah lapor ke Lurah minta agar pengerjaan penggalian sumur bor dipercepat karena debit air semakin kecil dan warga semakin sulit mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari hari, ” kata Endri.

Terkait hal ini, Lurah Grogol, Kecamatan Limo, Danudi Amin langsung memantau perkembangan masalah kekeringan dengan mendatangi lokasi permukiman warga di Rw 02.

“Ya, memang betul tadi Ketua Rt nya datang menginformasikan bahwa jumlah warga yang mengalami kekeringan terus bertambah sementara penggalian sumur bor baru 5 titik, makanya saya akan segera meninjau kondisi disana, ” ujar Danudi Amin kepada Jurnal Depok, kemarin siang.

Dikatakannya, jika memang terjadi penambahan jumlah korban kekeringan, maka pihaknya akan melakukan pendataan ulang untuk kepentingan laporan kepada pihak kontraktor proyek tol.

“Nanti kita cek dulu, kalau memang ada penambahan jumlah korban kekeringan, kami akan tambahkan pada ajuan sebelumnya, ” tutup Danudi. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here