Akses Masuk UI Bayar, Mahasiswa Demo

89
Aksi protes mahasiswa UI yang menolak akses masuk berbayar

Beji | jurnaldepok.id
Masyarakat di sekitar kampus Universitas Indonesia (UI) dan mahasiswa Politekniknik Negeri Jakarta mengeluhkan dan memprotes penerapan kebijakan tarif berbayar akses masuk ke kawasan Kampus PNJ dan UI

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta, Iqbal Fauzan mengatakan, penerapan kebijakan tarif parkir oleh Direktorat Pengelolaan dan Pemeliharaan Fasilitas (DPPF) tersebut sudah ada sejak tahun 2018 lalu.

“Sudah dari 2018 lalu kemarin wacananya sudah dari tahun kemarin, tapi belum direalisasikan. Nah ternyata direalisasikan di UI Salemba dulu, kalau di Salemba diterapkan tidak ada masalah. Tapi kan UI dan PNJ kan beda,”katanya.

Ia mengaku, kaget dengan keberadaan plank dan mesin parkir yang sudah terpampang di kampusnya itu. “Ini sebenarnya kita (BEM UI dan BEM PNJ) kecolongan juga karena dibangunnya saat mahasiswa pada libur ya, jadi tidak ada yang tahu,”katanya.

 

Mengenai infomasi dari DPPF UI yang menyatakan, tarif mobil seharga Rp 4000-6000, kemudian motor dikenakan tarif Rp 2000 satu jam pertama yang selanjutnya dikenakan tarif Rp 1000 hingga maksimal Rp 4000.

Iqbal mengaku, mahasiswa keberatan dengan hal itu. Sebab, di masing-masing fakultas pun mahasiswa sudah membayar parkir.

“Jadi kita dua kali dong bayar parkirnya, di belakang PNJ bayar di fakultas juga bayar lagi. Kalau memang alasannya untuk ketertiban, saya rasa tidak harus bayar parkir di depan juga, ini kaya kiasan untuk menghasilkan uang aja,” ucapnya.

Ia mengatakan, selanjutnya para mahasiswa akan lakukan negosiasi ke direktorat PNJ untuk menghapuskan adanya tarif parkir itu. BEM PNJ pun akan lakukan petisi penolakan pembayaran parkir di belakang PNJ melalui online.

“Kita segel dulu secure parkingnya dengan memasang spanduk dan rantai pada Jumat (5/7),” jelas dia.

Tidak hanya mahasiswa, kalangan masyarakat juga menolak rencana adanya penerapan prabayar masuk UI menggunakan motor atau roda dua.

“Ya dulu kan tanah UI dulu tanah nenek kita kenapa sekarang mau masuk kena bayar,”kata tokoh masyarakat Beji Azhari Hasan.

Humas Universitas Indonesia Egia Tarigan mengakui bahwa UI maupun PNJ kerap dijadikan akses untuk melintas sehari-hari bagi warga sekitar Depok.

Oleh karena itu pihak UI mengakomodasi kebutuhan warga yang melintas dengan menyediakan lintasan khusus.

Adapun warga bisa melintas di jalan alternatif dari Margonda maupun Kelapa Dua ke Kukusan, Beji Timur dengan melewati Rumah Sakit UI-Redhouse PNJ-Gedung AA PNJ.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here