Ngerampok, Warga Depok Tewas Ditembak

69
ilustrasi

Margonda | jurnaldepok.id
DH seorang warga Depok tewas ditembak aparat Kepolisian Metro Jaya karena terlibat perampokan di toko kelontong dan toko pakaian di sejumlah lokasi yang ada di Depok, Tangerang dan Bekasi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, pelaku perampokan yang tewas itu, DH (32), merupakan bromocorah atau kerap keluar masuk penjara karena kasus serupa.

“Tersangka DH ini sedikitnya sudah 5 kali beraksi merampok toko kelontong dan pakaian di Depok pada 2016 lalu, pelaku baru menghirup udara bebas dari Lembaga Pemasyarakatan,” kata Argo

DH yang warga Kota Depok, kata Argo Yuwono, sempat dibekuk petugas di tempat nongkrongnya di Palmerah, Jakarta Barat. Namun, petugas terpaksa melepaskan timah panas ke kaki Daniel karena melawan petugas. “Dalam perjalanan ke rumah sakit, tersangka D tewas atau meninggal dunia karena kehabisan darah,” kata Argo Yuwono.

Selain membekuk DH Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya juga membekuk satu perampok lainnya yakni HP atau Heri.

Heri yang merupakan , warga Bekasi dibekuk petugas dari rumah kontrakannya di Pengumben, Srengseng, Jakarta Barat.

Menurut Argo, petugas menembak kaki Heri Putra hingga terluka. Karena dia melawan saat dilakukan pengembangan (kasus). Berdasarkan pemeriksaan terhadap Heri Putra, tersangka sudah lima kali merampok.

Pelaku melakukan aksinya membawa golok dan pisau di wilayah Bekasi, Depok, dan Tangerang. Sasaran mereka adalah selalu toko dan ruko kelontong atau toko yang menjual pakaian.

Pelaku memilih toko atau ruko tanpa petugas keamanan dan berada di tempat sepi, beraksi saat malam hari, dan ruko hendak tutup.

Pengungkapan kasus perampokan di ruko itu karena laporan dari pengelola atau pemilik toko pakaian Alva Store di Kota Tangerang yakni Budhi Ramadhani.

Pelaku merampok toko pakaian tersebut pada Jumat (28/6). Saat aksi terjadi, pelaku mengancam kasir toko menggunakan senjata tajam dan menggasak uang tunai toko Rp1,5 juta, satu sweater hitam, satu topi, dan satu kemeja loreng.

Aksi perampokan itu dilakukan tiga orang, salah satu pelaku perempuan. Mereka berboncengan naik motor sekitar pukul 22.20 WIB. Pelaku juga ‘mengunci’ leher korban memakai tangannya.

Pada saat tersangka lengah, korban lari keluar toko. Kemudian setelah tersangka meninggalkan toko diketahui tersangka telah mengambil uang tunai sebanyak Rp. 1, 5 juta di laci kasir, dan beberapa pakaian yang ada di toko.

 

Setelah mendapat laporan dari korban, petugas langsung melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi pelaku. “Dan akhirnya kedua pelaku yakni HP dan D dibekuk di kawasan Jakarta Barat,” jelas dia.

Sedangkan istri DH sudah lebih dulu diamankan di Polres Jakarta Barat karena kasus 351 atau penganiayaan. Akibat perbuatannya, Heri Putra dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan serta Pasal 368 KUHP tentang pengancaman. Pelaku terancam hukuman 9 tahun penjara.nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here