Tanah Urukan Proyek Tol Desari Berceceran Di Jalan

60
Truk pengangkut tanah berlalu lalang di wilayah Limo

Limo | jurnaldepok.id
Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan banyaknya debu tanah urugan tol Depok – Antasari (Desari) yang berceceran diseputar ruas jalan raya mulai dari perempatan Mampang, Pancoran Mas, hingga ruas jalan raya Krukut.

Agus Suherman salah satu pengguna jalan mengaku sangat tidak nyaman saat melintas dijalur tersebut lantaran banyaknya debu yang beterbangan diseputar ruas jalan.

“Harusnya terpal penutup bak truk ditutup rapat sehingga tanah tidak berceceran dijalan dan kalaupun ada tanah yang jatuh seharusnya dibersihkan oleh pihak kontraktor pelaksana pembuatan jalan tol sehingga tidak mengganggu kenyamanan aktivitas berkendaraan, ” ujar Suherman.

Hal senada dilontarkan oleh Sahrul, salah satu warga Grogol. Dikatakan Sahrul, jika diwilayah Bogor yang namanya aktivitas pengangkutan tanah urugan, pasti selalu berkooreinasi dengan berbagai pihak termasuk petugas kebersihan dan jajaran ormas guna mengatasi masalah kebersihan areal lintasan mobil pengangkut tanah.

“Kalau diwilayah Bogor, jika ada aktivitas pengangkutan tanah urugan, selalu ada koordinasi dengan petugas kebersihan dan ormas jadi lintasan tidak kotor seperti ini karena dibersihkan oleh pihak terkoordinasi, ” papar Sahrul kepada Jurnal Depok kemarin.

Sementara Sumiyati, salah satu pengendara sepeda motor, mengaku terpaksa mencari ruas jalan alternatif guna menghindari debu yang beterbangan diseputar jalur Grogol – Krukut.

“Biasanya saya lewat Mampang dan lurus kearah Gandul setiap pergi dan pulang kerja, tapi karena sekarang ruas jalan raya disana banyak debu, maka saya pilih ambil jalan alternatif melintas di jalur Beji dan tembus Jalan Pipa Gas Krukut atau Jalan Brigif Gandul, ” tutup Sumiyati. n Asti Ediawan

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here