Tuntutan Tak Dikabulkan, Warga Limo Ancam Demo

89
Aktivitas pengerjaan proyek Tol Desari

Limo | jurnaldepok.id
Puluhan keluarga di tiga Rt wilayah Rw 02, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, yang menjadi korban kekeringan akibat pembangunan konstruksi pondasi jalan tol mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa dikantor Kontraktor pelaksana proyek Tol Depok – Antasari (Desari), dan sejumlah pihak terkait jika tuntutan mereka tidak juga dikabulkan oleh pihak kontraktor pelaksana proyek tol Desari.

“Kami sudah menempuh jalan musyawarah dengan pihak kontraktor saat kami mendatangi Kantor PT. Citra Wassputowa di Sawangan, tapi waktu itu musyawarah tidak membuahkan hasil,” ujar Endri, Ketua Rt 04/02, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo.

Dikatan Endri, pada pertemuan itu warganya meminta kepada pihak kontraktor proyek tol Desari untuk mengganti mesin air dirumah warga dengan jenis mesin lebih besar lantaran mesin air yang ada sekarang tidak lagi mampu menyedot air akibat debit air bawah turun, namun lanjut dia pihak kontraktor tidak menyanggupi permintaan warga dan hanya akan membangun satu pusat pengadaan air yang nanti akan didistribusikan kerumah warga.

“Warga minta kontraktor mengganti semua mesin air warga,tapi kontraktor menolak dan hanya akan mengadakan satu mesin air ukuran besar, usulan itu ditolak warga, sehingga pembicaraan dimusyawarah menjadi deadlock, ” imbuhnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Rw 02, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Adul mengaku agak kecewa dengan sikap pihak Kontraktor yang tidak mengabulkan permintaan warga, padahal kata dia warga menuntut penggantian mesin dengan ukuran lebih besar dari ukuran mesin yang ada dirumah warga karena mesin kecil tidak mampu menyedot air.

“Kalau dibuat satu pusat sumber air saja jelas warga menolak karena nanti berpotensi menimbulkan dampak kurang bagus, seperti rebutan air, makanya warga ingin agar kontraktor membelikan mesin air untuk masing masing rumah yang mengalami kekeringan, ” kata Adul kepada Jurnal Depok, usai mengikuti musyawarah dengan pihak kontraktor tol Desari pekan silam.

Menanggapi hal ini, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, (LPM), Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Milih mengatakan akan mencoba kembali melakukan konsolidasi dengan pihak Kontraktor untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut guna menghindari aksi massa.

“Kami akan mencoba kambali untuk mencari celah penyelesaian secara musyawarah dan kalau bisa enggak perlu Demo, mudah mudahan warga masih bisa sedikit bersabar, ” tutup Milih. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here