Edis Ditemukan, Rafi Dalam Pencarian

93
Proses evakuasi oleh Tim SAR terhadap bocah yang hanyut di Ciliwung

Cimanggis | jurnaldepok.id
Dua orang anak pada Rabu (26/5) siang dikabarkan hilang saat bermain di Sungai Ciliwung di Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis. Setelah melakukan pencarian, akhirnya sore harinya salah satu korban atas nama Muhammad Edis ditemukan di dasar sungai Ciliwung dalam kondisi meninggal dunia.

Salah satu warga Nasrullah mengatakan saat itu dirinya usai pulang kerja dan sampai rumahnya terdengar suara minta tolong dari arah Sungai Ciliwung.

“Saya dengar ada anak minta tolong dan kemudian sudah nggak ada lagi suaranya, “katanya.

Anggota Tagana Kota Depok Irman Setia menambahkan dia bersama timnya sudah melakukan pencarian di gedong Sungai Ciliwung. “Kami bersama tim sudah ke lokasi dan korban belum ditemukan,” terangnya.

Informasi dari warga kejadian berawal dari dua korban bermain dan berenang bersama teman-temannya menggunakan ban ukuran besar. Namun saat berenang satu anak terhanyut, rekan lainnya berusaha menolong namun kedua anak itu juga tenggelam.

“Di sekitar Sungai Ciliwung ditemukan ban ukuran besar yang diduga digunakan oleh kedua korban saat berenang,” terangnya.

Untuk data sementara anak yang dinyatakan hilang atas nama M Rafi Mohammad Rafli Adrian (11). Korban tercatat sebagai warga Poncol RT 02/10 Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis.

Irman mengaku, telah menghimbau warga agar selalu berhati – hati ketika kondisi Sungai Ciliwung kering. Namun di tengah sungai kedalaman airnya cukup tinggi.

“Hati – hati juga karena air kali surut, jangan terpancing berenang disitu. Kondisi air juga dalam di tengah tadi sudah kita coba untuk menyelam,” pungkasnya.

Raihan (13) salah satu rekan korban yang selamat mengatakan, awalnya dia bersama tujuh rekannya yaitu Noval, Ardian, Catur, Ihsan, Fami, Edis, Naufal merencanakan bermain di bantaran Sungai dekat rumah mereka. Sebuah ban dalam bekas dipersiapkan untuk mereka berenang.

“Mereka ngajakin main ban, saya bilang ke Noval, Gua Ama lu ya. Tapi waktu turun ke air, dia akhirnya barengan sama Rafi. Saya sama Edis katanya sih bisa berenang,” katanya.

Dia mengatakan salah satu rekannya yaitu Catur memperingatkan agar tidak memaksakan turun bermain ke air lantaran tidak mahir berenang.

“Saya udah feeling, kayanya mereka belom ke kiri kemudian saya dorong ke kanan (agar tidak terseret arus),”katanya.

Raihan menuturkan, korban Edis tiba – tiba turun dari ban dan panik seperti hendak merangkul kawan – kawan sepermainannya tersebut.

Dirinya juga merasa sudah tidak kuat bernafas dan memilih untuk berenang ke pinggiran sungai hingga salah satu temannya Rafi membantu dengan mengulurkan kayu.

“Rafi teriak itu nggak ada yang nolongin, dia loncat mau menyelamatkan Edis. Saya lihat Edis nggak kuat napas dan berenang, Rafi juga sama akhirnya terlepas mereka hanyut,” terangnya.

Dia mengaku, mereka yang selamat tidak ada yang berani membantu karena takut terseret.

Tidak lama kemudian, tubuh kedua korban tenggelam terbawa arus Sungai Ciliwung.

“Dari situ, kami minta tolong warga sekitar untuk membantu menyelamatkan korban,”katanya

Rizky Dwianto selaku Ketua Tim SAR Gabungan menambahkan sekitar pukul 17. 10 WIB salah satu korban atas nama Mohammad Edis ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Alhamdullilah tim kami berhasil menemukan korban dan langsung dibawa ke rumah korban,” ucapnya.

Sementara untuk korban lainnya belum ditemukan dan rencananya tim SAR gabungan akan melanjutkan pencarian pada Kamis (27/6).nCR-JD1

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here