Awas! Tiga Kecamatan Rawan Narkoba

76
Walikota Depok bersama Forkopimda saat menandatangani deklarasi pemberantasan narkoba

Margonda | jurnaldepok.id
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok, AKBP Rusli Lubis mengukapkan ada tiga kecamatan yang saat ini masuk dalam daftar rawan narkoba.

“Dari 11 kecamatan yang ada di Depok, Pancoran Mas paling rawan karena tingkat kasus yang kami peroleh dari Polresta Depok itu ada di sana,” ujar Rusli kepada Jurnal Depok, Rabu (26/6).

Bicara daerah rawan, sambungnya, Depok merupakan tempat transaksi dari beberapa wilayah lain di luar Depok.

“Hasil data kami warga Depok itu kebanyakan korban atau penggunanya, kalau untuk pengedar yang kami tangani sampai ke Kejaksaan dan Polres ada memang warga Depok, namun jumlahnya kecil. Kalau tingkat besar didominasi oleh orang luar Depok,” paparnya.

Pihaknya juga telah mengidentifikasi jaringan narkoba yang sering masuk ke Depok diantaranya berasal dari Aceh dan Cianjur.

“Selain Pancoran Mas, Beji dan Sawangan juga termasuk rawan. Dikatakan kawasan rawan karena dijadikan tempat transaksi namun tidak serawan Pancoran Mas,” terangnya.

Rusli menjelaskan, kategori rawan disebabkan oleh padatnya penuduk, jumlah pengangguran, dekat dengan perbatasan dan kemudahan transit.

“Mereka rata-rata melakukan transaksi di Depok. Contoh, belum lama kami mengamankan 3kg ganja itu dari Cianjur, yang datang dari Cianjur yang ambil orang Bekasi untuk dijual di Bekasi, karena penghubung transportasi ada di Depok,” katanya.

Pernyataan tersebut dikatakan Rusli seusai menjadi narasumber dalam rangka peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tingkat Kota Depok.

Sementara itu Walikota Depok, Mohammad Idris dalam sambutannya mengungkapkan, generasi milenial merupakan generasi emas yang dinantikan. Dimana pada tahun 2045 diharapkan muncul para pemimpin Negara yang sehat tanpa narkoba untuk menuju Indonesia Emas.

“Peringatan HANI ini dapat mengingatkan semua pihak terkait bahaya narkoba dan mengingatkan betapa pentingnya ketahan keluarga. Pasalnya, kata dia, di antara korban narkoba adalah mereka yang kurang merasakan kasih sayang kedua orang tua mereka,” ungkapnya.

Dari itu, sambungnya, Pemerintah Kota Depok berkepentingan membuat peraturan daerah tentang ketahanan keluarga. Dikatakannya, kejahatan menyebar di sebuah tempat bukan hanya kehebatan kejahatan itu, tapi memang kurang bergeraknya orang-orang yang menebar kebaikan.

“Sebenarnya tinggal merealisasi peraturan-peraturan daerah yang ada, bahwa sumber dari permasalahan kenakalan remaja ada pada rumah tangga. Bagaimana kita bisa mendidik anak kalau rumah tangga kita kurang perhatian, itu saja permasalahannya,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here