Musyawarah Dampak Pembangunan Tol Desari Deadlock

94
Suaana musyawarah korban terdampak pebangunan Tol Desari

Limo | jurnaldepok.id
Sebanyak 40 kepala keluarga di tiga wilayah Rt di Rw 02, Kelurahan Grogol, Kecamatan Kimo yang mengalami kekeringan akibat diduga terdampak dari proses pengerjaan tol Depok mengaku kecewa lantaran pihak Kontraktor menolak untuk menggali lebih dalam sumur warga serta mengganti mesin air milik warga dengan ukuran lebih besar.

Ketua Rt 04/02, Endri mengatakan warganya tetap bersikeras meminta pihak Kontraktor menggali lebih dalam sumur dan mengganti mesin air dengan ukuran lebih besar lantaran khawatir kekeringan akan terus berlangsung hingga proses pembangunan konstruksi tol selesai.

“Wajar jika warga kami bersikeras minta agar sumur nya digali lebih dalam kerena memang air tidak ada lagi, dan warga juga minta agar mesin airnya diganti lebih besar karena air yang akan disedot lebih dalam, tapi pihak Kontraktor hanya ingin membuatkan satu sumur untuk semua warga yang terdampak, dan itu ditolak warga, ” ujar Endri.

Hal senada dilontarkan oleh Ketua Rw 02, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Adul.
Dikatakan Adul, keberangkatan perwakilan warga mendatangi kantor PT. Citra Wassphutowa selaku Kontraktor Tol Desari berharap ada penyelesaian masalah yang melanda warganya, namun sayang kata dia musyawarah berakhir Deadlock dan tanpa ada kesepakatan.

“Saya belum tahu nanti kedepannya seperti apa, rapi yang jelas, semakin hari warga kami semakin sengsara akibat sulit mendapatkan air bersih untuk keperluan Mandi, Cuci dan Kakus (MCK), ” tegas Adul.

Dilain sisi, Lurah Grogol, Kecamatan Limo, Danudi Amin, berharap akan ada penyelesaian terbaik terhadap masalah yang menimpa warganya.

“Mudah mudahan nanti akan ada pertemuan lanjutan dan ada solusi terbaik, ” tukas Danudi Amin.

Dikatakan Danu, meskipun dirinya hanya sebatas memfasilitasi masalah keluhan warga soal kekeringan akibat diduga terdampak proses pengerjaan konstruksi tol, namun dia berharap permasalahan ini dapat terselesaikan dengan cepat dan tidak memberatkan kedua belah pihak, demi kelancaran proses pembangunan jalan Tol yang notabene merupakan proyek Pemerintah dalam upaya meningkatkan kenyamanan aktivitas transportasi. n Asti Ediawan

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here