Cari Balon Walikota-Wakil Walikota, 3.000 Kader PKS Bakal Ikuti Pemira

117
TM Yusufsyah Putra

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Ribuan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Depok akan mengikuti pemiliha raya (Pemira) untuk memilih calon walikota-wakil walikota Depok periode 2021-2026. Rencananya pemira akan digelar pada 7 Juli mendatang.

“Pemira nanti diikuti oleh sekitar 3.000 lebih kader PKS yang ada di Depok,” ujar TM Yusufsyah Putra, Sekum DPD PKS Kota Depok, kemarin.

Ia menjelaskan, pemira nantinya bakal digelar di 11 DPC se Kota Depok. Nantinya, kata dia, bakal ada delapan sampai 10 nama yang berhak dipilih oleh kader PKS.

“Nanti kami ranking sesuai perolehan suara dari peringkat pertama sampai ke 10. Pasti kami publish hasilnya nanti ke masyarakat,” paparnya.

Dari ranking tersebut, sambungnya, pihaknya akan mengusulkan hasil pemira itu ke DPW dan akan dibawa DPW ke DPP PKS untuk selanjutnya nanti ditentukan oleh DPP siapa dua orang yang akan diusung untuk menjadi walikota-wakil walikota.

Sebelumnya, Ketua DPD PKS Kota Depok mengungkapkan, dalam proses Pemira yang diikutsertakan merupakan kader internal. Pemira, kata dia, merupakan sebuah proses rutin yang dilakukan sebelum pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah digelar.

“Hasil dari pemira itu kemudian kami akan usulkan ke DPP, termasuk Pak Idris yang merupakan bagian dari nama-nama yang akan kami usulkan, sehingga nanti penetapannya ada ditingkat pusat,” paparnya.

Hafid yang juga sebagai kandidat kuat calon Ketua DPRD Depok mengungkapkan, nama Idris memang tidak masuk di jajaran internal partai. Namun begitu, pihaknya akan tetap mengusulkan Idris ke DPP PKS dikarenakan pada pilkada 2014 lalu pihaknya mengusung Idris.

Menanggapi Partai Gerindra yang telah resmi mengusung Pradi Supriatna sebagai calon walikota, Hafid merasa tidak keberatan dengan langkah yang diambil Gerindra tersebut.

“Tidak apa-apa, kami tidak tahu (bakal pecah koalisi,red) karena kan kalau bicara koalisi itu kebijakan di tingkat pusat. Seperti di 2014 ketika kami hanya dapat enam kursi dan Gerindra 9 kursi itu kebijakan di tingkat pusat yang menetapkan Pak Idris sebagai calon walikota yang diusung PKS dan Pak Pradi dari Gerindra,” ungkapnya.

Dari itu, sambungnya, dirinya tidak mau berandai-andai akankah berkoalisi kembali dengan Gerindra atau tidak.

“Tunggu saja nanti penetapan dari pusat. Komunikasi kami sampai saat ini masih baik dengan Gerindra,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here