Hasbullah Nyatakan Kesiapannya Dampingi Idris Di Pilkada 2020

209
Mohammad Idris-Hasbullah Rahmad

Margonda | jurnaldepok.id
Politisi dari beberapa partai politik di Depok telah menyatakan kesiapannya untuk maju dalam pilkada Depok yang bakal digelar tahun depan. Setelah Ketua DPC Partai Gerindra, Pradi Supriatna dan Ketua PDI Perjuangan, Hendrik Tangke Allo menyatakan kesiapannya, kemarin giliran politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga Ketua Harian DPW PAN Jawa Barat, Hasbullah Rahmad menyatakan kesiapannya untuk maju dalam pilkada mendatang.

Tak tanggung-tanggung, Hasbullah langsung menyatakan kesiapannya untuk mendampingi petahana, Mohammad Idris.

“Secara kapasitas saya sudah khatam kalau bicara Depok, konsep maupun visi, nasib saja yang belum dapat. Apalagi saya pernah menjadi Wakil Ketua DPRD Depok dua periode, ketua partai dan saat ini saya terpilih kembali untuk kedua kalinya sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat. Jadi, tidak ada alasan untuk menolak dipasangkan dengan Pak Kiai (Idris,red),” ujar Hasbullah kepada Jurnal Depok, Rabu (19/6).

Terlebih, kata dia, ketika nanti partai telah memutuskan dan memberikan tiket kepada dirinya untuk maju dalam pilkada 2020.

“Kalau kader partai harus siap, namun juga harus rasional, memiliki survey dan yang terpenting mau disandingkan dengan siapa nantinya,” paparnya.

Hasbullah tidak menapikan bahwa di kalangan gresroot dirinya diminta secara terang-terangan untuk berpasangan dengan Mohammad Idris yang juga menjabat Walikota Depok saat ini.

“Kalau konsep itu sampai terjadi (Hasbullah-Idris,red) saya rasa sangat ideal, karena Pak Kiai Idris sebagai petahana telah memiliki kapasitas dan elektabilitas yang mumpuni sebagai tokoh yang mampu merekatkan seluruh elemen masyarakat Depok,” ungkapnya.

Sementara, sambungnya, dirinya yang nanti akan bekerja membangun jaringan yang lebih besar baik dengan pemerintah pusat maupun provinsi agar akselerasi pembangunan di Depok lebih cepat.

“Kalau diamanahkan untuk berpasangan dengan Pak Kiai Idris saya siap, toh bedanya apa dengan saya duduk di dewan saat ini. Tak sedikit saya membawa program pembangunan untuk kemajuan Depok dari provinsi, hal itu merupakan kepedulian saya terhadap Depok,” terangnya.

Dalam kontestasi pilkada Kota Depok yang dilangsungkan sejak 2004 silam, nama Hasbullah tak bisa dipungkiri selalu muncul sebagai bakal calon walikota/wakil walikota. Namun begitu ia menyadari nasib belum berpihak kepada dirinya.

“Jangankan diminta, toh saat ini pun saya sudah berbuat untuk kemajuan Depok. Apalagi saya dan teman-teman menjadi dewan perintis, dewan yang meletakkan pondasi Kota Depok dalam periodenisasi pertama kami lahirkan 64 Perda sehingga Depok dapat tumbuh secara pesat,” jelasnya.

Dari itu, dirinya memiliki keyakinan yang kuat jika dalam pilkada esok dirinya disandingkan dengan Idris, maka Kota Depok akan tumbuh dan maju lebih pesat lagi.

Sebelumnya, pada pilkada 2015 silam, nama Hasbullah menjadi yang terkuat untuk dipasangkan dengan Mohammad Idris. Bahkan, informasi yang beredar beberapa kesepakatan telah dicapai untuk mengusung mereka berdua.

Namun di last minute, harapan itu pupus lantaran PKS yang saat itu mengusung Idris sebagai walikota harus berkoalisi dengan sekutunya yakni Partai Gerindra yang akhirnya mengusung Pradi Supriatna sebagai wakil walikota. n Rahmat Tarmuji

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here