Sekolah Negeri Diserbu, PPDB Kisruh Lagi

279
Terlihat membludak para orang tua siswa yang ingin mendaftarkan anaknya masuk ke sekolah negeri

Margonda | jurnaldepok.id
Para siswa dan orang tua sejak Senin (17/6) subuh sudah mendatangi sekolah yang dituju. Salah satunya di SMAN 8 Kota Depok yang berada di Kecamatan
Cilodong.

Pantauan di lokasi, calon siswa dan orang tua sudah mengantri untuk mendapatkan nomor urut antrian. Bahkan sebelum loket pendaftaran dibuka, calon siswa sudah berebut mendapatkan nomor antrian.

“Saya sejak subuh sudah datang, biar dapat nomor antrian, kalau datang siang kami bisa ngak dapat bagian,” ujarnya.

Sementara itu salah satu calon siswa lainnya Marni mengaku kaget ketika dirinya datang ke SMAN 8 antrian sudah banyak bahkan nomor antrian sudah habis.

“Padahal saya datang jam tujuh pagi tapi nomor antrian sudah habis, terpaksa besok balik lagi,” ungkapnya.

Dia tidak menyangka kalau antrian sejak subuh, semestinya jam operasional loket jam tujuh atau jam delapan.

Di lokasi lainnya juga terjadi antrian panjang di SMAN 1 Kota Depok di Jalan Nusantara, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas.Dimana para calon siswa dibariskan di lapangan SMU 1 Depok.

“Sejak jam 6 pagi udah ke sini mau daftar anak sekolah. Saya ngambil jalur zonasi mudah-mudahan diterima. Karena rumahnya dekat di Kampung Lio Kelurahan Depok, Pancoran Mas,” kata salah satu orang tua calon siswa Erni.

Erni mengaku, tidak hanya ia sendiri yang sudah berada di SMA 1 Depok sejak pagi, tapi banyak orang tua siswa sudah berada di sekolahan ini.

Alasan dirinya memilih SMAN 1 Depok lantaran sekolah itu favorit dan NEM anak perempuanya juga besar sehingga bisa bersaing dengan anak lainya.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Depok Supyana membenarkan membludaknya antrean PPDB. Menurut informasi, mereka datang mulai pukul 02.00 WIB dan sudah antri. Gerbang sekolah pun sudah dibuka.

Ia menilai PPDB 2019 luar biasa. Lantaran, sejak pagi dini hari sudah ada yang datang dan banyak orang tua yang masih mencari informasi.

“Yang sudah ambil formulir juga tidak mendaftar hari ini. Prosesnya, ambil formulir pendaftaran di sini, verifikasi data kemudian input data. Namun untuk mengantisipasi pembludakan ambil antrian dulu, ternyata tidak bisa dibendung karena orang tua murid datang sejak pagi,” jelasnya.

Dirinya mengungkapkan jika formulir pendaftaran sudah ada dan tersedia secara online, sehingga orang tua atau murid tinggal mencetaknya dan tinggal ke sekolah.

‘Tapi yang terjadi orang tua siswa malah mengambil dua sampai tiga nomor di loket. Jadi para orang tua siswa ini tinggal ke sekolah dan antri di loket. Kemarin kami sediakan 600 nomor antrian sekarang 330 nomor antrian,” kata dia.

Untuk itu pihaknya akan memperbaiki antrean di lapangan. Meski begitu, mereka tertib tapi yang tidak tertib merangsek ke pintu.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jawa Barat, Dadang Ruhiyat menyebutkan untuk Kota Depok siswa dan siswi yang ditampung di SMA Negeri berjumlah 3.858 dan SMKN sebanyak 1.548 siswa.

Masing-masing rombongan belajar (Rombel) di setiap kelas yang ada di SMA dan SMK negeri ada 36 siswa.

SMA Negeri ada 108 rombongan belajar dan SMK negeri ada 43 rombongan belajar

Dadang mengatakan, pendaftaran PPDB SMA dan SMK negeri dimulai Senin (17/6) sampai dengan 22 Juni 2019 mendatang.

“Pendaftaran langsung ke sekolah yang dituju, siswa sudah tau mau daftar jalur mana. Selesai tanggal 22 Juni,”katanya.nCR-JD1

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here