PKS Sodorkan 8 Nama untuk Dipilih Dalam Pemira

186
TM Yusufsyah Putra

Kota Kembang | jurnaldepok.id
DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Depok akan menyodorkan delapan sampai 10 nama kader terbaiknya untuk dipilih dalam perhelatan pemilihan raya (Pemira) yang rencananya akan digelar pada 7 Juli mendatang.

“Ya, saat ini kami masih terus melakukan penjaringan di internal, nanti setelah dijaring bakal muncul 8-10 nama yang akan disodorkan ke kader untuk dipilih dalam pemira,” ujar TM Yusufsyah Putra, Sekum DPD PKS Kota Depok, kemarin.

Ia menambahkan, dari 8-10 nama tersebut nantinya dipilih oleh sekitar 3.000 kader PKS yang tersebar di 11 DPC di Depok.

“Nanti kami ranking sesuai perolehan suara dari peringkat pertama sampai ke 10. Pasti kami publish hasilnya nanti ke masyarakat,” paparnya.

Dari ranking tersebut, sambungnya, pihaknya akan mengusulkan hasil pemira itu ke DPP PKS untuk selanjutnya nanti ditentukan oleh DPP siapa dua orang yang akan diusung untuk menjadi walikota-wakil walikota.

Ketika ditanya apakah PKS akan tetap bersama-sama berkoalisi dengan Gerindra, Putra belum bisa menjawab pasti terkait hal itu.

Sebelumnya Ketua DPD PKS Kota Depok, Hafid Nasir berjanji akan mengusulkan nama Mohammad Idris ke DPP PKS sebagai calon Walikota Depok periode 2021-2026.

“Beliau (Idris,red) termasuk yang kami usung di pilkada 2014 lalu, kami berharap beliau dinominasikan lagi sebagai calon walikota. Secara iternal proses penjaringan dan siapa yang layak kami usung nanti ada proses pemira yang kami gelar pada 7 Juli 2019,” kata Hafid Nasir, Ketua DPD PKS Kota Depok.

Dikatakannya, dalam proses pemilihan raya (Pemira) yang diikutsertakan merupakan kader internal. Pemira, kata dia, merupakan sebuah proses rutin yang dilakukan sebelum pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah digelar.

“Hasil dari pemira itu kemudian kami akan usulkan ke DPP, termasuk Pak Idris yang merupakan bagian dari nama-nama yang akan kami usulkan, sehingga nanti penetapannya ada ditingkat pusat,” paparnya.

Hafid yang juga sebagai kandidat kuat calon Ketua DPRD Depok mengungkapkan, nama Idris memang tidak masuk di jajaran internal partai. Namun begitu, pihaknya akan tetap mengusulkan Idris ke DPP PKS dikarenakan pada pilkada 2014 lalu pihaknya mengusung Idris.

Menanggapi Partai Gerindra yang telah resmi mengusung Pradi Supriatna sebagai calon walikota, Hafid merasa tidak keberatan dengan langkah yang diambil Gerindra tersebut.

“Tidak apa-apa, kami tidak tahu (bakal pecah koalisi,red) karena kan kalau bicara koalisi itu kebijakan di tingkat pusat. Seperti di 2014 ketika kami hanya dapat enam kursi dan Gerindra 9 kursi itu kebijakan di tingkat pusat yang menetapkan Pak Idris sebagai calon walikota yang diusung PKS dan Pak Pradi dari Gerindra,” ungkapnya.

Dari itu, sambungnya, dirinya tidak mau berandai-andai akankah berkoalisi kembali dengan Gerindra atau tidak.

“Tunggu saja nanti penetapan dari pusat. Komunikasi kami sampai saat ini masih baik dengan Gerindra,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here