Banyak Yang Salah Presepsi Sistem Zonasi

38
Antrean panjang orang tua siswa untuk mendaftarkan anak mereka di sekolah negeri

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Membludaknya jumlah pendaftar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Depok disebabkan adanya informasi yang salah. Beredar di kalangan pendaftar bahwa pendaftar yang datang cepat akan diterima di sekolah tujuan.

Ketua PPDB SMAN 1 Depok, Subejo mengatakan, membludaknya antrian hari ini (kemarin,red) karena banyak orangtua yang tak mengetahui tata alur pendaftaran.

“Ini di luar dugaan membludaknya. Ini dikarenakan ada yang menginfokan zonasi itu siapa yang datang cepat dia yang diterima padahal keterima tidaknya dilihat dari jarak rumah ke sekolah,” katanya,” Senin (17/6).

Dikatakan dia, bahkan ada pendaftar yang datang sejak pukul 02.00 WIB. Pendaftar sengaja datang dinihari untuk mengambil nomor antrian dan formulir.

“Mereka datang pagi banget untuk membuat nomor antreannya sendiri bahkan ada yang nitip antrean,” tukasnya.

Membludaknya pendaftar kemarin membuat panitia kewalahan. Karena jumlah panitia pun terbatas. Satu orang panitia hanya bisa 10 hingga 11 menit per satu orang.

“Seandainya ada 500 pendaftar yang datang hari ini tidak mungkin diterima semua,” paparnya.

Pihaknya terpaksa membatasi jumlah pendaftar untuk mengatasi membludaknya warga dan antrian mengular. Untuk hari pertama kemarin pihaknya membatasi hanya 330 pendaftar saja.

“Padahal jumlah kuota untuk zonasi murni 55 persen, 20 persen penerimaan Siswa Kurang Mampu, 15 persen zonasi kombinasi (NEM dan zonasi) 5 pesen prestasi dan 5 persen perindahan,” tukasnya.

Ia berharap, orangtua yang belum memverifikasi kemarin dapat datang kembali esok hari (hari ini,red).

“Yang belum antrean hari ini bisa besok lagi dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB. Tidak ada itu nomor antre, semua datang langsung mengantre di pos satpam,” pungkasnya. n CR1-JD

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here