Mungkinkah Pradi-HTA Berpasangan Di Pilkada Depok?

201
Wakil walikota dan Ketua DPRD Depok, Pradi Supriatna-Hendrik Tangke Allo saat berjalan menuju ruang rapat paripurna

Kota Kembang | jurnaldepok.id
Konstelasi politik jelang pemilihan kepala daerah di kota berjuluk Sejuta Belimbing kian memanas. Pengurus partai politik pun mulai angkat bicara terkait pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Bahkan, tak sedikit dari mereka yang mulai meramu pasangan walikota-wakil walikota Depok pada pilkada 2020 mendatang. Hal itu pula lah yang diungkapkan oleh pengurus Partai Gerindra dan PDI Perjuangan Kota Depok.

Meski secara politik kedua partai tersebut selalu bersebrangan, namun mereka mencoba membangun komunikasi untuk pilkada Depok.

“Politik itu dinamis, berbagai kemungkinan bisa terjadi (termasuk dengan PDI Perjuangan,red). Namun kami berharap masih dengan pasangan yang sama (Idris-Pradi,red) karena kami masih mandalami koalisi yang ada,” ujar H Edi Masturo, Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Rabu (12/6).

Edi menegaskan, tidak menutup kemungkinan partainya berkoalisi dengan PDI Perjuangan.

“Sangat wajar seandainya PKS ingin jalan sendiri, apa boleh buat. Tentu kami harus bentuk koalisi baru, kami tidak bisa memaksakan kehendak,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Mad Arif. Drinya menuturkan, peluang partainya untuk berkoalisi dengan Gerindra sangat terbuka.

“Kemungkinan ada, tinggal nanti kami serahkan kepada piminan yang ada di Depok untuk menentukan Depok ke depan,” tandasnya.

Mad Arif menyadari, meskipun sikap politik di pusat antara PDI Perjuangan dan Gerindra selalu berbeda, dirinya yakin hal itu tidak terjadi di Depok.

“Oh iya, di pusat juga kan masih berjalan,” terangnya yang menjabat sebagai Wakil Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Depok.

Dengan saling membuka diri antara pengurus partai Gerindra dan PDI Perjuangan, peluang paling besar untuk dicalonkan dalam pilkada Depok 2020 mendatang adalah Pradi Supriatna-Hendrik Tangke Allo (HTA). Selain sama-sama menjabat sebagai ketua partai, kedua politisi tersebut juga memliki jiwa muda dan energik.

Lain hal nya dengan Partai Demokrat, saat ini para pengurus DPC Partai Demokrat masih bersikap wait and see.

“Namun dari pada partai kami menjadi pendosa atau dosa besar, lebih baik kami bergabung ke salah satu pasangan calon. Semoga Demokrat bisa menjadi bagian dari koalisi pasangan calon dan pemenang nanti, namun saat ini kami masih wait and see,” pungkas M Taufik, Wakil Ketua OKK DPC Partai Demokrat Kota Depok. n Rahmat Tarmuji

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here