Pasien Erika Dilayani Secara Profesional

94
Asloe'ah Madjri

Margonda | jurnaldepok.id
Pemerintah Kota Depok melalui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) telah memberikan pelayanan maksimal dan professional terhadap pasien bernama Erika Rizky Yusliyana (10) yang menjalani operasi Laparatomy Cito, saat ini yang bersangkutan tercatat sebagai warga Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji.

“Operasi Erika sudah berjalan lancar dan tidak ada masalah, bahkan ia sudah diperbolehkan pulang sejak beberapa hari lalu,” ujar Asloe’ah Madjri, Direktur RSUD Depok, Selasa (11/6).

Lulu, biasa ia disapa akrab menjelaskan, bahwa pasien Erika saat masuk ke RSUD tidak menggunakan jaminan kepesertaan kesehatan seperti halnya BPJS.

“Ia masuk sebagai pasien umum, namun setelah dilacak NIK nya yang bersangkutan merupakan peserta BPJS Kelas II di Kecamatan Tanjung Priok, kalau sekarang memang warga Depok,” paparnya.

Namun, sambungnya, rupanya BPJS yang bersagkutan menunggak dua tahun terhitung sejak 2017.

“Atas tunggakkan itu yang bersangkutan tidak mendapatkan pelayanan sebagaimana mestinya seperti halnya pasien BPJS lainnya, non aktif namanya. Kalau non aktif ia masuk dalam pasien umum, tapi ditelusuri lagi yang bersangkutan mampu atau tidak sebagai pasien umum, kalau tidak mampu bisa diusulkan menggunakan bansos melalui Dinkes,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pelayanan dan tindakkan medis sudah dilakukan maksimal oleh RSUD.

“Pasien Alhamdulillah sudah pulang meskipun belum membayar, dengan harapan bisa dikeluarkan bansos. Namun setelah dilacak yang bersangkutan peserta BPJS Kelas II Kecamatan Tanjung Priok, meskipun dibantah pihak keluarga,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Dinas Kesehatan Kota Depok telah melakukan verifikasi lapangan terhadap tempat tinggal pasien.

“Terkait pasien Erika, setelah diverifikasi ke lapangan tidak termasuk kriteria penerima bansos karena memiliki dua rumah kontrakan permanen dan menempati rumah sendiri yang permanen serta memiliki sepeda motor,” kata Novarita, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok.

Ia menambahkan, hal itu diperkuat juga oleh pernyataan Lurah Kemiri Muka. Meskipun orang tua pasien saat ini sudah tidak bekerja, namun mereka memiliki penghasilan dari kontrakan.

“Menurut warga kontrakannya masih ada lagi di wilayah lain,” ungkapnya.

Ketua DKR Kota Depok, Roy Pangharapan melalui pesan WA yang diterima RSUD menyampaikan terimakasih kepada pihak RSUD yang telah memberikan pelayanan maksimal kepada Erika.

“Terimakasih kepada pihak manajemen RSUD Kota Depok yang telah merawat pasien miskin tanpa jaminan kesehatan. Semoga ada kebijakan dari Pemkot Depok sebagai kota layak anak terhadap pasien anak dari keluarga tak mampu untuk memberikan hak dasarnya,” pungkasnya. n Rahmat Tarmuji

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here