Harga Jengkol Lebih Mahal dari Ayam Potong

39
ist

Pancoran Mas | jurnaldepok.id
Para ibu rumah tangga mengeluhkan tingginya harga komoditas sayuran yang melonjak sejak H – 5 Idul Fitri hingga H + 6 terutama sayuran Jengkol dan petai yang mengalami kenaikan hampir dua kali lipat dari harga normal.

Nuraini salah satu pedagang sayur mayur di Jalan Sukarma Rt 03/03, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, mengatakan, harga jengkol pada akhir bulan puasa hingga H-1 lebaran sempat mecapai Rp 90 ribu / kilogram, dan sekarang sedikit mengalami penurunan menjadi Rp 75 ribu / kilogram, sementara kenaikan harga sayur jenis petai lebih signifikan lagi bahkan mencapai Rp 15 ribu / papan.

“Waktu mau lebaran harga jengkol bisa lebih dari sembilan puluh ribu sekilo dan pete hampir dua puluh ribu sepapan, dan itupun barangnya langka sehingga enggak setiap hari saya jualan jengkol dan pete, ” ujar Aing sapaan akrab Nuraini.

Tingginya harga jengkol dan petai dipasaran dikeluhkan oleh para ibu rumah tangga terutama bagi keluarga penggila jengkol dan petai.

Ida Hamidah salah satu ibu rumah tangga mengaku sempat kaget dengan mahalnya harga jengkol dan petai, namun lantaran keluarganya banyak yang doyan jengkol dan petai, maka dirinya tetap membeli meski harganya selangit.

“Waduh hampir enggak masuk akal harga jengkol hampir seeatis ribu saat mau lebaran dan sekarang sudah mendingan turun sedikit menjadi tujuh puluh ribu, tapi pete tetap mahal, padahal saat lebaran seperti sekarang ini hidangan lauk jengkol dan pete menjadi hidangan utama dan menjadi hidangan favorit keluarga sehingga saya harus tetap beli meskipun harganya sangat mahal, ” celoteh Ida Hamidah.

Dia berharap, dalam waktu dekat ini harga jengkol dan petai bisa kemabli normal yakni Rp 40 ribu / kilogram untuk jengkol, dan petai Rp 3.000 / papan, (Asti Ediawan).

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here